|

Pekerjaan Bandara Dufo Terkendala Biaya Ganti Rugi

Jainal: Kasus Ini Bakal Dilaporkan ke Polda Malut

JAINAL MUS (kaos orange)
TALIABU, BRN - Pekerjaan Bandar Udara atau Bandara Salahakan Ahmad Hidayat Mus (AHM) di Dusun Dufo, Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu terancam dihentikan. Belum dilakukannya ganti rugi lahan salah satu penyebab pekerjaan dhentikan.

Jainal Mus, salah satu pemilik lahan mengancam bakal melaporkan ke Kepolisan Daerah atau Polda Maluku Utara (Malut). Ancaman ini menurut Jainal, selain belum dilakuka pembayaran ganti rugi lahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu tidak mensosialisasi maunpun konfirmasi kepada pemilik tanah sebelum penggusuran lahan.

“Penggusuran lahan oleh Pemkab Pulau Taliabu tanpa sepengetahuan pemilik lahan, termasuk saya. Bahkan pemerintah tidak pernah mengkonfirmasi,” kata Jainal, Rabu (9/10).
Menurutnya, sikap Pemkab Taliabu seolah mengabaikan perindang-undangan yang berlaku. Itu sebabnya dia bersama masyarakat dan pemilik tanah lainnya memboikot semua lahan yang di duga kuat bermasalah di Kabupaten Pulau Taliabu.

“Lewat kuasa hukum saya berencana akan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polda Maluku Utara atas dugaan penyerobotan lahan,” terangnya. “Kepada Pemkab Taliabu, saya bersama masyarakat akan melaporkan kasus ini ke Polda Maluku Utara (Malut),” sambungnya.

Jainal meminta pertanggungjawaban dari pemerintah, terutama Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus dan Dinas PUPR dan Perhubungan agar secepatnya menyelesaikan hak-hak pemilik tanah.

Baik Aliong Mus, maupun Dinas PUPR dan Perhubungan belum memberikan keterangan atau klarifikasi ihkwal tersebut. Hingga berita ini di publish, Pemkab Pulau Taliabu belum dimintai tanggapan. (her/red)

Komentar

Berita Terkini