|

Lima Desa Saling Klaim Kepemilikan Benteng

Tembok sisi timur Benteng Saboega. Nampak dari foto ini sisi atas tembok rusak.  
HALBAR, BRN - Pasca ditetapkannya Benteng Saboega, Desa Lakookediri, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) boleh dibilang sumber konflik. Benteng peninggalan Spanyol kini di rebut atau diklaim kepemilikannya.

Kurang dari lima desa berebut. Kelima desa ini saling klaim masuk di tapal batas atau wilayah administrasi masing-masing desa. Lima desa itu diantaranya Lako Akediri, Lako Ake lamo, Gamtala, Lolori dan Marimabati.

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI disebutkan, Benteng Saboega berada di Desa Lako Ake Lamo Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat. Benteng ini pernah digunakan pada masa Portugis dan V.O.C (Verenigde Oost Indische Compagnie) ini diperkuat dengan sebuah laporan yang ditulis oleh V.I.van der Wall tentang penyelidikan mengenai kehadiran dan kondisi peninggalan-peninggalan kompeni semasa pemerintahan Residen Amboina dan Ternate pada April-juli 1921.

Benteng Saboega merupakan benteng pertahanan yang dibangun untuk membendung serangan  dalam peperangan melawan Sultan Kaitjil Amsterdam pada tahun 1679 sampai 1681. Benteng ini merupakan salah satu benteng yang terkuat yang pernah ada di Halmahera Barat. Benteng Saboega dibangun oleh bangsa Portugis pada tahun 1605-1608, pernah ditempatkan seorang komandan perang dan seorang misionaris untuk menjalankan misi untuk menyiarkan agama.

Setelah Portugis meningalkan Benteng Saboega, datanglah bangsa Spanyol di bawah pimpinan Juan da Silva untuk merebut Benteng Saboega. Setelah benteng dikuasai pada tahun 1611, orang-orang Spanyol kemudian memperkuat benteng tersebut dengan menempatkan empat bastion serta sebuah gerbang berbentuk bulan sabit yang menghadap ke sungai. Di benteng tersebut di tempatkan kurang lebih 50-60 orang pasukan bersenjata yang lengkapi dengan amunisi dan artileri berat. Ketika orang-orang Spanyol telah merebut Saboega, penduduk yang ketakutan kemudian mencari perlindungan di kawasan Sahu.


Masyarakat setempat menyebutnya dengan sebutan Benteng Lako Ake Lamo. Saboega dibangun oleh bangsa Spanyol pada tahun 1548. Saboega berasal dari bahasa Portugis yang artinya sejenis rumput tayam, yang dalam bahasa masyarakat setempat lebih dikenal dengan nama rumput kakleja yang konon tumbuh subur di seputaran kawasan benteng.

Kepala Desa (Kades) Lakoakediri, Syamsu Miradji dikonfirmasi via telepon mengungkapkan, komplain beberapa desa sekitar itu menyusul keberadaan peninggalan sejarah tersebut di rehab dan bakal dijadikan sebagai aset destinasi wisata.

Syamsu mengemukakan, perebutan desa tetangga  untuk dijadikan aset pengelolaan atau sumber pendapatan desa sangat keliru. “Secara geografis memang tepat di Desa Lakoakediri,” tandasnya, Jumat (17/10).
     
Menurutnya, selain tepat di desanya, masuknya Saboega sesuai pembagian wilayah Kecamatan Sahu. Selain itu berdasarkan kondisi alam. “Memang ada sebagian warga desa lain punya kebun di sekitar areal benteng, tapi yang pasti posisi lokasi benteng itu juga masuk Lakoakediri,” terangnya.

Kendati mengklaim masuk administrasi Lakoakediri, Syamsu berharap Pemerinah Kabupaten (Pemkab) Halbar segera turun tangan soal pembagian tapal batas. Dia khawatir saling klaim antar desa berujung konflik besar-besaran. “Desa tetangga saat ini patokannya dengan kondisi alam. Itu sebabnya secepatnya diselesaikan oleh pemerintah untuk menghindari konflik,” pintanya.

Kabag Pemerintahan Pemkab Halbar Ramli Naser mengatakan, penentuan tapal batas secara administrasi berada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Penyelesaian tapal batas menurutnya, rujukannya berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 45 tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halbar Asnath Sowo mengakui belum mendapat laporan masyarakat soal masalah tapal batas. “Saya belum dapat laporan,” katanya. “Segera kami akan tindak lanjut jika laporan sudah ada,” tambahnya. (haryadi/red)

Komentar

Berita Terkini