|

Kasus Pemerkosaan Anak di Bawa Umur Siap Disidangkan

Kantor Kejari Halbar
JAILOLO, BRN - Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Halmaher Barat (Halbar) kembali menyerahkan kasus pemerkosaan gadis di bawah umur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Halbar, Selasa (1/10) siang kemarin. Dalam berkas itu tersangka NS di tuntut tiga pasal berlapis dengan hukum bui paling lama 15 tahun.

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pra Penuntutan Kejari Halbar, Dimas Rangga dikonfirmasi membenarkan adanya penyerahan berkas tahap II beserta tersangka. Dimas mengatakan, hasil pemeriksaan jaksa peneliti diperoleh atau ditemukan bukti yang cukup untuk disidangkan.

“Terdakwa sudah di tahan. NS diduga melakukan tindakan pidana persetubuhan anak di bawah umur,” katanya, Rabu (2/10) tadi.

Menurutnya, ditahannya terdakwa ini sesuai surat perintah penahanan Kejari Halbar Nomor: Print-279/Q.2.17.3/Euh.2./09/2019 tertanggal 30 September 2019. NS di tahan selama 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal ditetapkan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Dimas, terdakwa diancam Pasal 82 ayat (1) junto Pasal 76E atau Pasal 82 ayat (2) atau Pasal 81 ayat (1) junto Pasal 76D atau Pasal 81 ayat (2) atau Pasal 81 ayat (3) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lambat 15 tahun penjara.

Kanit PPA Polres Halbar, Brigpol Abdurahman Kapalale membenarkan ikhwal penyerakan berkas dan NS ke Kajari. Abdurahman mengatakan, alasan pengembalian berkas yang sebelumnya dikembalikan itu bukan lantaran belum lengkap, tetapi menunggu kedatangan Kepala Kejari Halbar. “Karena itu di tunda. Selasa kemarin baru kita serahkan, berkas sudah dinyatakan lengkap,” katanya. “Pelaku sebelumnya tidak mengakui perbuatannya”. (haryadi/red)
Komentar

Berita Terkini