Karantina Menuju Grand Final P3KMU 2019

Editor: brindonews.com
Samin Marsaoly (kameja putih) didampingi Direktur (kacamata) dan Project Manager Duta Kreator Indonesia (kaos hitam) saat berpose bersama 30 finalis P3KUM 2019. Pada kesematan Samin Marsaoly diundang mengisi materi menyangkut pariwisata.
TERNATE, BRN - Sebanyak 30 finalis Putera-puteri Kampus Maluku Utara telah diumumkan oleh Duta Kreator Indonesia Provinsi Maluku Utara (Malut) pada awal Oktober kemarin. Wajah ganteng dan cantik mempesona dengan senyuman dari putera-puteri terbaik Malut ini nantinya bakal berlomba untuk menjadi yang terbaik di sesi malam final pada 26 Oktober 2019 pekan di Hotel Grand Dafam. Kini, para finalis tengah menjalani sesi karantina.

Direktur Duta Kreator Indonesia, Thamrin Ali Ibrahim mengatakan, proses karantina selama kurang lebih empat hari. Di masa karantina, seluruh finalis mendapatkan pembobotan atau penambahan penegetahuan meliptui pariwisata, maritim, jurnalistik dan media serta komunikasi, public speaking, wirausaha, hukum dan politik maupun akademik dan perguruan tinggi.

“30 finalis dibekali materi dalam rangka peningkatan kapasitas, ini salah satu cara duta kreator untuk memastikan semua finalis benar-benar matang menjung malam puncak,” kata Thamrin di Resto Grand Majang, Rabu (23/10) sore.

Selain membekali dan memboboti, menurut Thamrin, ada beberapa agenda kunjungan nantinya dilewati para finalis. Berkunjung ke media patnert utama, yaitu Surat Kabar Harian (SKH) Malutpost, Bank Indonesia Malut, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Malut. “Serta ada kunjungan langsung Kapolda Malut, Brigjen Pol. Suroto pada rabu besok. Ini adalah cara mendekatkan para finalis dengan jaringan-jaringan kerja duta kreator,” kata Bung Tham, begitu dia disapa.


Empat hari menuju grand final, para finalis disibukkan dengan berbagai adenda padat, mulai dari photo shoottalent show, opening number dan sejumlah persipan lainnya. Itu artinya, peserta bukan hanya butuh konsentrasi dan fokus saja, melainkan mampu menjawab segala keriteria termasuk mental agar menghasilkan performance maksimal dan menjawab pertayaan dari sebelas dewan juri.

“Kita berharap di malam puncak semua maksimal, dan tentunya siap mental untuk berada di ribuan mata yang memandang,” tambah Bung Tham sembari mengatakan, ada tujuh belas indikator untuk mengukur semua aktifitas atau kegiatan setiap finalis.

Project Manager Duta Kreator Indonesia, Ibnu Sina H. Yusuf menuturkan, selain dilakukan penguatan materi, jadwal selanjutnya hari pertama karantina dirangkai dengan photo shoot dan video profil finalis.

“Untuk photo shoot kami bekerjasama dengan memesfering galery dan make up artis seMaluku Utara. Sedangkan paiakaiannya dari sponsor desainer Jakarta, Aura Siska,” kata Koko, sapaan akrab Ibnu Sina.

Koko menyebut, malam penobatan juara P3KMU 2019 nanti ada beberapa kategoti. Selain pemenang P3KMU, ada juga penobatan Duta Narkoba, Duta Pariwisata, Duta Kebudayaan, Duta Humas Polres Ternate, dan beberapa lagi diantaranya. “Termasuk Duta Bahari 2019,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate, Samin Marsaoly mengatakan, P3KMU tahun ini merupakan tak lepas dari bagian menuju kebangkitan pariwisata di Ternate. “Patut diapresiasi, karena iven ini bagian dari perkenalkan Maluku Utara khusunya Kota Ternate termasuk pariwisata,” katanya.

Samin berharap P3KMU tak sekadar ritual tahunan atau ajang dandanan belaka. Mampu melahirkan duta atau perwakilan kabupaten/kota yang bisa dijadikan sebagai contoh bagi generasi kaum milenial untuk ikut serta mempromosikan wisata.

“Apalagi sekarang kita diperhadapkan dengan industri 4.0. Pada segmen ini generasi milenial berperan penting baik promosi atau sosialisasi wisata,” katanya.

Industri 40, menurutnya, merupakan mesin utama mendonkrak potensi pariwisata. Pemanfaatan digital marketing merupakan sarana yang membantu dalam kehidupan dalam berbagai bidang termasuk pariwisata.

“ Ini sangat pengting. Peranan TIK dalam dunia pariwisata sebagai sarana dan prasarana dalam mempromosikan pariwisata yang sering kita dengar secara elektronik dengan nama digital marketing,” katanya. “Jadi media sosial (medsos) itu bukan dimana ajang cari teman, chating saja, tapi lewat medsos potensi wisata kita bisa promosikan disini (medsos),” tambahnya. (ko/red)

Catatan redaksi: Berita ini sudah dilakukan revisi satu kali untuk menambahkan Nadilla Syafitri P. F yang sebelumnya tidak ditulis dalam tabel. Redaksi juga merevisi nama Mardiana Pina diralat menjadi Miralda Pina, seperti tertulis di atas. Atas kekeliruan ini, redaksi brindonews meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mohon maaf juga atas ketidaknyamanannya. 
Share:
Komentar

Berita Terkini