Belasan Balita Teridentifkasi Gizi Buruk

Editor: brindonews.com
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Halbar Rosfintje Kalengit

HALBAR, BRN - Penderita gizi buruk di Kabupaten Halmahera Barat ( Halbar) cukup mengkhawatirkan.

Informasi yang dihimpun media ini sebanyak 15 balita di Kecamatan Tabaru yang terindikasi gizi buruk. Balita yang terindikasi menderita gizi buruk itu saat ini ditangani pihak Puskesmas Duono Kecamatan Ibu Tabaru, kondisi mereka mulai membaik.

Salah seorang staf Puskesmas Duono yang enggan namanya ditulis mengaku, jumlah balita yang
teridenfifikasi gizi buruk itu, di bulan Juli sekitar 10 orang, kemudian bertambah menjadi 15 orang.
"Belasan balita ini sudah  dibawa katagori garis merah, akan tetapi saat ini juga sudah ditangani dan sudah ada perubahan. Pernah juga kami tangani di Desa Togoreba Tua, sudah ada perubahan setelah melewati masa kritis, kemudian meninggal dunia,"terangnya.

Kadinkes Rosfintje Kalengit yang didampingi Kabid Binkesmas Herni yang dikonfirmasi,
Rabu(16/10/2019) membantah adanya balita menderita gizi buruk, karena pihaknya tidak memperoleh data resmi dari Puskesmas. "Sesuai data yang disampaikan sampai bulan September itu tidak ada balita yang menderita gizi buruk, kalau yang ada itu gizi kurang itu memang ada 8 orang,"ujarnya.

"Kalau sampai dikatakan menderita gizi buruk itu tentunya ada beberapa indikator. Di tahun 2018 ada 186 balita yang ditangani dan itu gratis dan saat ini hanya tinggal 25, akan tetapi saat ini juga tinggal tujuh orang yang penangananya melalui Puskesmas dan Panti Pemulihan Gizi yang terletak di Desa Porniti, Kecamatan Jailolo," jelasnya.

Rosfintje menambahakn, penanganan penderita gizi buruk tetap dilakukan di setiap Puskesmas. Ke
depan pihaknya tengah mempersiapkan program sehat balita, sehat desaku, yang ditindak lanjuti
dengan pembentukan tim reaksi cepat guna menyampaikan cepat sehingga penanganan juga cepat.
(Yadi/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini