|

Alfis : Laporan GCW Terhadap Bupati Haltim Akan di Kroscek



Kantor Mapolda Maluku Utara

TERNATE BRN - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), AKBP Alfis Suaili mengaku belum mengetahui dugaan tindak pidana korupsi yang di laporkan Lembaga Masyarakat (LSM) Gamalama Corruption Watch (GCW) Provinsi Maluku Utara (Malut) terhadap Bupati Halmahera Timur (Haltim) Ir. Muhdin.

Laporan tindak pidana korupsi yang di duga melibatkan Bupati Haltim ini pada tahun anggaran 2014 dan 2015, yang pada saat itu Ir. Muhdin itu masih menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Haltim.

“Kasus tersebut nanti Saya cek dulu ya, karena alamatnya ditujukan kepada bapak kapolda Brigjen Pol Suroto, jadi kami cek dulu sampai dimana suratnya", Singkat Dirreskrimsus Polda Malut Akbp Alfis Suaili kepada wartawan minggu (20/10/2019).

Sebelumnya Koordinator GCW Malut Muhidin kepada redaksi Brindonews.com Sabtu (19/10/2019) mengatakan laporan dan barang bukti berupa buku kas dan kwitansi penerima yang ditandatangani kepala bagian umum dan perlengkapan setda haltim sudah di serahakan kereskrim khusus Polda Maluku Utara pada tanggal 15 oktobert.

Lanjut dia, isi laporan tersebut, diduga bupati Haltim Muhdin yang saat itu menjabat sebagai wakil bupati diduga menerima uang dari bendahara pengeluaran bagain Umum dan perlengkapan setda kabupaten Haltim berupa uang titipan senilai Rp 3 Miliar lebih.

Inilah salah Satu Bukti Kwitansi Pengeluara Dari Bendahara Pengeluaran Bagian Umum dan Perlengkapan
Menurutnya, berdasarkan bukti yang di kantongi, Gcw menduga bupati Haltim telah melakukan tindak pidana korupsi, sebab uang tersebut bukan merupakan uang oprasional atau pribadi yang dititipkan pada bagian umum dan perlengkapan.

Adapun barang bukti berupa kwitansi dan buku kas yang dikeluarkan bagian umum dan perlengkapan yang di bubuhi dengan materai 6000 terlampir yang di terima oleh Muhammad Abdullah pada 29 Pebruari tahun 2014 terlampir. (shl/red)


Komentar

Berita Terkini