|

Komisi III Dekot Minta Pemkot Awasi Galian C

MUHAJIRIN BAILUSSY
TERNATE, BRN - Aktifitas galian C di Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan mendapat sorotan Komisi III DPRD Kota Ternate. Ini setelah warga Rt 08 Rw 02 Kelurahan Fitu resah akibat dampat yang ditimbulkan.

Anggota Komisi III Dekot Ternate, Muhajirin Bailussy menuturkan, komisinya jauh-jauh hari sudah mengawasi aktifitas galian C. Langkah pengawasan ini menurut Muhajirin merujuk pada ketentuan atau regulasi.

“Setiap aktifitas galian C ditegaskan harus ada ijin dari pemerintah. Namun pada 2019 ada perubahan regulasi menyangkut ijin-ijin prinsip, semisal pengolahan galian C pertambangan non logam. Jenis aktifitas ini (non logam) kewenanganya ada di pemerintah provinsi, Kalau di Kota Ternate itu hanya melaksanakan pengawasan lapangan dan beberapa langkah lainnya dalam rangka memastikan setiap kegiatan yang merusak lingkungan,” kata kandidat Ketua Dekot Ternate ini.

Politisi PKB ini meminta Pemerintah Kota Ternate segera mengambil langkah konkrit. Melakukan pengawasan secara ketat termasuk kegiatan atau aktivitas kelinci setiap penambang di Rt 08 Rw 02 Kelurahan Fitu.

“Terutama dinas terkait agar segera lakukan pengecekan lapangan. Kalau misalnya hasil pengecekan ditemuak tidak ada ijin, mau tidak mau kegiatannya segera  di tutup. Perusahan penambang juga harus perbaiki jalan rusak akibat aktivitas truck pengangkut tanah/pasir,” terangnya.

Menurutnya, perusahaan penambang semestinya membayar beban atau berkontribusi terhadap daerah, terutama di kelurahan yang menjadi sasaran lokasi aktifitas. Di sentil apakah DPRD bisa keluarkan rekomendasi ditutupnya aktifitas tersebut, menurut Muhajirin masih melihat luas eksploitasi dan dampak yang ditimbulkan.

“Nanti liat dampaknya seperti apa ?, wilayah eksploitasinya berapa ?, karena ini DLH yang hitung. Apabila sudah bahaya harus di tutup,” katanya. (ko/red)
Komentar

Berita Terkini