|

Dikbud Malut Diduga Tilep Gaji 24 Honorer

Ilustrasi 
SOFIFI, BRN - Sebanyak 24 orang pegawai honorer pada dinas pendidikan dan kebudayaan tidak mendapatkan honor kulang lebih 4 bulan pada tahun 2018, selain itu juga sebanyak 3 pegawain honor yang tidak aktif akan tetapi masih mendapatkan honor setiap bulan.

Buktinya tahun 2018 Dikbud Malut menganggarkan pembayaran gaji honorarium non pegawain negeri Sipil (PNS) senilai Rp 765.000.000 yang tidak diakui kewajaranya. System pembayaran tidak sesuai dengan nominal pada daftar penerima dengan nominal yang di terima.

Pembayaran 51 orang tenaga honorer non PNS pada Dikbud malut di hitung per orang menerima senilai Rp 1.250.000 per satu bulan dikalikan dengan jumah honorer sebanyak 51 orang senilai Rp 63,750.000 per bulan.

Bedasarkan hasil audit badan pemeriksan keuangan atas laporan keuangan pemerintah daerah provinsi Maluku Utara tahun 2018 nomor 22.C/LHP/XIX.TER/2019, telah menemukan adanya 24 tenaga honorer dikbud malut yang tidak menerima honor sesuai dengan daftar penerimaan pembayaran honorarium selama tahun 2018.

Selain itu terdapat tiga orang honorarium sudah tidak lagi bekerja pada dikbud sejak bulan maret tahun 2018, namun belanja honor masih dikeluarkan. Selisih antara bukti pencairan dengan jumlah yang diterima honorer yang namanya dalam daftar penerima senilai Rp 101.250.000.

Bukti pembayaran senilai Rp 101.250.000 tidak sah karena tidak diterima oleh tenaga honorer dan masih berada pada pengusaan bendaharan penegeluarn dikbud malut.

Hingga berita ini di publis, Pelaksan Tugas (Plt) kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku Utara Jafar Hamisi belum memberikan konfirmasi balik, meskpun sudah di konfirmasi via WhatsApp Minggu 29/9/2019. (ces)

Komentar

Berita Terkini