|

AGK Hadiri Rakornas Pemberantasan Illegal Fishing



JAKARTA, BRN - Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara illegal tahun 2019, Selasa (17/9) kemarin. Rangkaian yang dipusatkan di Gedung Mina Bahari 3 Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jln. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat itu dibuka langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti.
.
Susi dalam sambutannya mengatakan Rakornas Satgas 115 tahun ini merupakan rapat terakhir di akhir masa kerjanya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berakhir pada Oktober bulan depan. karena itu, Susi berharap agar Satgas 115 tetap action hingga periode selanjutnya. “Sehingga sumber daya laut Indonesia terus terjaga agar para pencuri ikan tidak kembali lagi. Saya bisa merasakan bahwa Indonesia bisa bersatu, berharap ini bukan rakornas terakhir untuk satgas 115,” harapnya.

Satgas 115 merupakan sebuah satuan tugas yang dibentuk khusus untuk menangani masalah illegal, unreported, unregulated (IUU) fishing atau penangkapan ikan secara ilegal. Satgas ini berisi sejumlah unsur kelembagaan dan pemerintah seperti KKP, Polair, TNI Angkatan Laut, Kejaksaan, dan lainnya.

Susi mengatakan, selama 4 tahun dibentuknya Satgas 115 oleh Presiden Jokowi berdasarkan Perpres Nomor: 115 tahun 2015 menhgasilkan banyak sekali capaian yang luar biasa dalam kurun waktu 1 tahun (2015-2016). Hal ini dapat dibuktikan naiknya neraca perdagangan ikan di Indonesia menduduki peringkat satu di Asia Tenggara dan nelayan dapat dengan muda mendapatkan ikan serta kesejahteraan nelayan meningkat.

Walau meng-ouput capaian, Susi mengakui masih ada kekurangan dan banyak sekali tantangan dihadapi, khususnya pengamanan kecukupan pangan Indonesia. Karena itu dia meminta agar semua pihak ikut membantu berupaya menjaga sumber daya laut yang ada saat ini.

“Tidak muda dalam melalukan penegakkan hukum dan aturan kepada para mafia perikanan yang selama ini terbiasa melanggar aturan, kami menyadari perlu adanya upaya yang keras agar pengelolaan perikanan dan kelautan nasional menjadi rertib,” ungkapnya.

Staf khusus Satgas 115 Achmad Santoso, menambahkan kelanjutan atau berlanjut atau tidaknya satuan ini berada di tangan presiden.

Sekadar diketahui, Rakornas Satgas 115 yang dilaksanakan selama dua hari, dimulai 17-18 September 2019. Beberapa topik utama yang di bahas diantaranya, pertukaran data dan informasi terkait analisis pendeteksi dan penangkapan kapal illegal fishing, kerjasama international dalam pemberantasan IUU fishing, dan peningkatan kualitas penegakan hukum melalui pendekatan multi rezim hukum (multi-door), serta peningkatan kualitas penegakan hukum melalui penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi dan pengendali kegiatan.

Peserta Rakornas ini dihadiri kurang lebih 365 orang,  yang diri dari Kementerian/Lembaga, Kepala Daerah, Duta Besar negara sahabat, TNI AL, Polri, Bakamla, Kejaksaan RI, Akademisi dan Pimpinan media. (brn/adv/red)
Komentar

Berita Terkini