|

Tim Resmob Halbar Bekuk 2 Pelaku Narkotika

Kapolres Halbar: Satu Diantaranya TO

Kapolres Halbar, AKBP Deny didampingi Kanit Buser Bripka M. Guntur Abdullah, Kanit Narkoba Brigpol Ridwan Hi Sadek dan KBO Reskrim Ipda Wisnu Bramantyo saat meliris hasil pengungkapan
TERNATE, BRN - Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Halmahera Barat menngkap dua pelaku narkoba golongan I jenis sabu. Kedua ditangkap di Desa Guaemadu, Kecamatan Jailolo pada Jumat (2/8) malam.

Kapolres Halmahera Barat AKBP. Deny Heryanto mengatakan, dua tersangka itu berinisial RIS (26) dan IS (36) asal Desa Guaemadu. “IS adalah bandar atau pengedar Sabu, sedangkan RIS adalah pengguna atau pemakai”, kata AKBP Deny di Mapolres Halbar, Desa Hoku-Hoku Kecamatan Jailolo, Sabtu (3/8).

Hasil pengungkapan itu diamankan sejumlah barang bukti (babuk). Yaitu 52 klip/sachet paket sedang berisi sabu-sabu (tiap klip berisi 1 gram sabu), 2 klip paket sedang dengan berat 4 gram. Babuk lain yang yang ditemukan dari tangan tersangka adalah empat klip/sachet pil ekstasi jenis inex (tiap satu klip  di isi 10 butir pil ekstasi) satu plastik bening besar berisi 30 gram sabu, alat hisap pipet dan tabung.

“Tim juga mengamankan satu unit handphone milik IS, buku rekening di salah satu bank, serta uang tunai Rp. 6.150.000. Untuk 52 klip di jual Rp. 2.100.000 per klipnya”, tambah kapolres.

Khusus ekstasi, kata AKBP Deny, jenis narkotika terbaru beredar di Halbar. “Karena di tahun-tahun sebelumnya Polres Halbar hanya menyita jenis ganja dan sabu”, katanya. “Pelaku IS dikenakan Pasal 112 ayat 2  junto 114 dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup atau paling minimal 20 tahun, sementara RIS disangkakan Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 137.”

Di Pasok Lewat JNE

AKBP Deny bilang, babuk hasil penangkapan yang rencananya diuji di Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar itu di pasok melalui Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE. Modus pengiriman ini dari Surabaya, Jawa Timur langsung diterima pelaku di JNE Jailolo.

“Kita akan kembangkan kasus ini, karena di Surabaya dipastikan barangnya besar, jadi kami akan diskusikan dan tindak lanjut apakah dikembangkan lagi karena inikan dilakukan rutin paling tidak dilakukan dua minggu sekali pengiriman barang, itu berdasarkan data yang kita lihat di handphone tersangka”, katanya.

Jadi Target Operasi

AKBP Deny menambhakan, pelaku IS sudah lama jadi target operasi (TO) semenjak 2015 lalu.”Baru Jumat tadi malam berhsil di tangkap”, terangnya.

Kanit Buser Bripka Guntur Abdullah menjelaskan kronologi penangkapan. Guntur mengatakan, tim lebih dulu mengamankan RIS pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIT dirumahnya.

“Satu jam kemudian kami menangkap terduga pengedar sekaligus pemakai berinisial IS. Saat penangkapan IS dalam kodisi mabuk sabu”, katanya.
Sementara itu, IS mengakui ada dua orang biasanya memesan barang haram tersebut. Satunya berinisial RIS dan satu lagi F. “F sekarang masih buron”, akuinya.

“Berulang kali masuk rehabilitasi. Sudah empat kali mengirim paket, dan kali ini termasuk paling banyak.” Sambungnya. (haryadi)
Komentar

Berita Terkini