|

Pemkab Morotai Polisikan Akun FB Pencemaran Nama Baik

Yanto A. Gani
MOROTAI, BRN - Ini akibatnya kalau pengguna media sosial (facebook) tidak dibarengi literasi atau pengetahuan digital. Di Morotai, ada satu akun facebook (FB) dilaporkan ke penegak hukum.

Pengguna atas nama Karl Muhammad yang diketahui bernama Aljain Sabeta itu dilaporkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pulau Morotai, Yanto A. Gani, Senin (12/8) kemarin. Yanto melaporkan ke Polres Morotai atas dugaan pencemaran nama baik.

Yanto usai melaporkan mengatakan, akun ini diduga mencemarkan nama baik Pemkab Morotai melalui status yang di posting di dinding FB miliknya. Pada postingan itu Aljain menyebut ada ‘pembodohan’ pada penyerahan hadiah salah satu peserta boxing asal Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan.

“Pelaksanaan boxing (tinju) telah melakukan pembodohan terhadap salah satu generasi asal Wawama mendapatkan juara dua dan hadiah yang disediakan di waktu penutupan (06/08/19) malam uang tunai Rp 3 juta,” kata Yanto mengulangi postingan Aljain. “Akan tetapi, yang dia peroleh hanya medali plastik yang sebenarnya bukan janji hadiah pada awal dibukanya boxing dalam kegiatan Festival Morotai. Ada juga pemotongan pajak lokasi boxing Festival Morotai yang dibebankan buat para juara”.

Bukti Laporan Polisi.
Yanto menyebut dalam postingan tersebut yang bersangkutan juga menulis di dinding fecebook milik Jasman Said, Ketua Umum Pertina Malut dan Pemda Morotai dengan caption ‘Ada Apa Dibalik Ini Semua’.

”Dilaporkan itu atas dugaan pencemaran nama baik Pemda Pulau Morotai, dengan tuduhan pemda dalam hal ini Dispora Morotai berikan medali plastik kepada peserta juara tinju. Jadi yang dilaporkan itu bukan atas nama saya, tetapi, ini atas nama Pemda,”ucapnya.

Langkah yang ditempuh itu menurutnya ditopang cukup bukti. Semua bukti kwitansi pembayaran, item hadiah peserta juara tinju masih di simpan. “Saya berani melaporkan Aljain ke polisi karena bukti-bukti pembayaran semuanya ada. Sebab ini kalau kita diam akan merusak semuanya,” katanya.

Yanto menyatakan, laporan polisi bisa di cabut asalkan yang bersangkutan memenuhi pada panggilan Rabu besok. Selama terduga pelaku tidak memenuhi panggilan maka proses hukum tetap dilanjutkan.

“Saya berharap dia datang meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa semua yang dituliskan di dinding akunnya itu tidak benar. Kalau tidak saya tidak akan cabut laporan ini,” harapnnya. (fix/red)
Komentar

Berita Terkini