|

Panitia Seleksi Penerimaan Anggota Polri Terbukti Terima Suap

Kabid Prompam Polda Malut AKBP Susanto


TERNATE BRN - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) akhirnya mengungkap kasus suap dalam seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2019.

Untuk sementara Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam)  sudah menetapkan Dua orang perwira Polda Malut melanggar kode etik Polri, yakni Kepala Bidang Doktes Kesehatan (Kabid Dokes) AKBP Maringan S beserta anak buahnya AKP Gufron.

Selain itu ada 9 orang lainya masih dalam pemeriksaan yang diduga menerima suap atau melakukan pungli terkait perekrutan casis Bintara tersebut," ungkap Kabid Prompam Polda Malut AKBP Susanto kepada wartawan , Minggu (18/8/2019).

Susanto menjelaskan, selain mantan kabid Dokkes, juga ikut menyeret AKP Gufron dari satuan Bidang Dokes yang sama  menyandang status  terduga tersangka.

"Keduanya terlibat menerima sejumalah uang senilai 45 juta melalui AKP Gufron kemudian menyerahkan uang tersebut ke Kabid Dokes," Akunya.

Karena itu kata Susanto, dalam putusan majelis hakim memutuskan bersifat Demosi yakni dipindah tugaskan ke fungsi berbeda-beda selama 2 tahun. 

"Perbuatan tercela seperti ini saksinya harus meminta maaf kepada pimpinan serta institusi Polri.  Selain itu  tersisa 9 orang dalam pemeriksaan secara itensif diantaranya  6 PNS Polda Malut serta 3 presonil," Cetusnya.

Ia juga menambahkan, untuk semenatara AKP Gufron dalam penangan Bidang Propam sambil menunggu surat mutasi untuk dipidahkan tugaskan kemana kita belum tahu (shl/tim/brn)

Komentar

Berita Terkini