|

Desak KASN Anulir SK Mutasi Gubernur



JAKARTA, BRN - Sejumlah mahasiswa menggelar demostrasi di depan Kantor Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Selasa (13/8). Masa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Pergerakan Pemuda Indonesia (APPI) ini mendesak KASN segera menganulir surat keputusan atau SK hasil pelantikan pejabat eselon II, III dan IV beberapa waktu lalu.

Menurut masa aksi SK non job beberapa pimpinan SKPD tanpa alasan yang jelas. Selain tanpa melibatkan Wakil Gubernur Malut, M. Al Yasin Ali, Pemprov Malut diduga mempertontonkan dugaan praktek kesewenang-wenangan kebijakan kontroversial.

“Bahkan cita-cita dalam melakukan reformasi birokrasi terancam hilang, peristiwa ini diduga bermula dari akar kekuatan politik yang akhirnya memporak-porandakan tatanan sistem di Malut,” teriak koordinator aksi M.Reza.

Dia menduga Kepala  BKD Malut, Idrus Assgaf sengaja mengotak-atik SK mutasi yang disinyalir dilakukan di salah kedai kopi tanpa sepengetahuan Pj Sekprov, Bambang Hermawan. “Lebih lucu lagi Gubernur Abdul Gani Kasuba tidak pernah bicarakan bersama wakilnya soal rolling jabatan, menonjobkan pejabat serta mengangkat pejabat pelaksana tugas (Plt) dilingkup pemprov,” kata Reza dibalik microphone.

Para pendemo ini menilai AGK mencoreng reformasi birokrasi sebagaimana dicita-citakan negara. Mereka menduga Idrus Assgaf sebagai ‘biang kerok’ indikasi malparktek administrasi. Mereka menganggap adanya dugaan penggelapan kebijakan pemerintah provinsi dibawa juru mudi AGK.

“Ditambah lagi  Pak Idrus sesuka hati menggeser sejumlah penjabat II dan III tanpa melalui kajian dan pertimbangan secara profesional. Bahkan membuat SK PLT bukan di kantor, tapi diduga dilakukan di Pantai Balisosa Sofifi,” koar masa aksi.

“Kami mempertanyakan birokasi kepemimpinan AGK, karena di periode kedua ini tidak ada ketegasan dari AGK. Reformasi birokrasi di bawah rentang kendali mantan Wabub paling terbobrok”. (brn)
Komentar

Berita Terkini