|

Pemprov Jabar dan Malut Sepakati Kerjasama 26 Bidang

Penandatangan nota kesepahan oleh Abdul Gani Kasuba. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba berfoto bersama seusai penandatanganan kerja sama 25 bidang di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019).
SOFIFI, BRN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) dan Pemprov Jawa Barat (Jabar), menandatangi nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019). Kedua belapihak menyepakati 26 bidang.

Kerja sama tersebut dilakukan guna meningkatkan kolaborasi pembangunan antara Jawa Barat dan Maluku Utara sekaligus mengoptimalkan sumber daya. Tujuannya tentu saja, supaya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kedua provinsi meningkat.

Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba dalam sambutan tertulisnya mengatakan pihaknya ingin belajar ke Jawa Barat yang mempunyai sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Dia pun menilai provinsi yang dinahkodai Ridwan Kamil ini sebagai provinsi maju, baik dari segi pembangunan insfrastuktur maupun pelayanan publik.

Dikatakannya, membangun daerah dan mensejahterakan masyarakatnya adalah tugas serta tanggung jawab utama setiap kepala daerah. Untuk mencapai itu tidak semudah membalik telapak tangan, harus melalui proses, butuh waktu dan juga ketersediaan anggaran.
Namun yang lebih penting lagi adalah menyusun perencanaan yang baik, membuat kajian dan menganalisa dari semua sektor yang ada di daerah. Bagi daerah yang telah maju dan berkembang sudah tentu akan menjadi referensi bagi daerah lain untuk ingin mengetahui dan mempelajari, serta paling penting adalah sistem perencanaan yang perlu harus menjadi rujukan.

“Atas dasar itu, kami berkeinginan untuk membangun kerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Kami datang ini untuk belajar,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Buyung Rajilun menandatangi nota kesepahan
Secara keseluruhan, lanjut Abdul Gani, Pemprov Malut melibatkan 22 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam MoU  dengan Pemprov Jabar. Gubernur dua periode ini meminta kepada OPD yang lain agar secepatnya menindaklanjuti dengan OPD Jawa Barat dalam pembahasan secara detail tentang isi kesepakatan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku bahagia adanya kerja sama antar provinsi tersebut. Dengan tangan terbuka, kata Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil), Jabar ingin saling belajar dan berkolaborasi meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“ Kami dengan senang hati, dengan tangan terbuka, ingin saling belajar terhadap saudara kami di Maluku Utara,” ucapnya saat memberikan sambutan. “Dengan MoU ini saya meyakini dimulai dari pimpinannya memberikan komitmen, setelah dengan semangat ditindaklanjuti dan ujungnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Emil menambahkan, kesejahteraan masyarakat berawal dari sebuah hubungan ekonomi. Hal itu perlu didukung oleh investasi dan jaminan kondusivitas sosial politik dan keamanan.

“ Kesejahteraan itu datangnya dari sebuah hubungan ekonomi, bensinnya investasi. Investasi datang kalau ada informasi yang memadai. Investasi kalau ada jaminan sosial politik dan kondusivitasnya baik,” katanya.

Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi bidang Perikakan dan Kelautan, Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Perkebunan, Kehutanan, Pertanian, Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Pariwisata, Lingkungan Hidup, Perhubungan, Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kemudian, bidang Perindustrian dan Perdagangan, Pengembangan Sumber Daya Aparatur, Pengembangan Pelayanan Publik, Pengembangan Pendapatan Daerah, Pengembangan Teknologi Informatika, Penelitian Pengembangan dan Inovasi, Kependudukan dan Catatan Sipil, Pengadaan Barang dan Jasa, Inspektorat, Perpustakaan dan Kearsipan, dan bidang lain sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan. (red/adv)
Komentar

Berita Terkini