|

Pemkab Morotai Naikan Target PAD

ILUSTRASI
MOROTAI, BRN - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 sebesar 16,5 miliar rupiah atau menjadi Rp 59,5 miliar. Jumlah ini lebih besar target sebelumnya yaitu Rp 43 miliar.

Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Pulau Morotai, Nana Suryana Karie mengatakan, peningkatan target tersebut disebabkan beberapa hal, yakni adanya perubahan pada komponen pajak di sektor perikanan, kesehatan, galian C, retribusi, serta komponen PAD lain-lain yang sah.     

“ Jika dibilang capai target kemungkinan tidak, tapi kalau pencapaiannya bisa lebih dari pencapaian PAD tahun 2018 kemarin (Rp 20,5 Miliar). Karena di semester I masuk semester II ini terhitung 17 Juli kita sudah capai Rp 18,2 miliar. Kalau sampai dengan akhir tahun saya yakin bisa lebih dari 50 persen,” ucap Nana, Kamis (25/7/2019).

Naiknya target PAD tahun ini, kata dia, seluruh OPD di paksa atau dituntut harus menggenjot pemasukan. Khusus pajak daerah dari penerimaan retribusi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ditargetkan bertambah sebesar Rp Rp 6,1 miliar.

“ RSUD tahun ini PAD-nya naik dari 10,2 miliar (2018, red) menjadi Rp 16,1 miliar, sumber pendapatannya dari BPJS. Tapi bukan hanya RSUD, semua OPD juga target PAD-nya naik,” ujarnya.


Nana bilang, bila dilihat catatan OPD dalam pencapaian PAD 2018, dari 9 OPD hanya RSUD dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang konsisten dalam menggenjot PAD. Namun ada juga OPD yang hanya capai 20 persen PAD-nya dalam satu tahun yaitu Dinas Pariwisata (Dispar).

“ Selain RSUD dan DKP, rata-rata pencapaiannya hanya diangka 80 persen, hanya Dispar yang jauh dari target yaitu hanya Rp 21 juta per tahun dari Rp 120 juta target yang diberikan. Tapi tahun ini, pencapaian Dispar sudah meningkat, di semester I masuk II ini mereka sudah capai Rp 43 juta,” katanya. (fix/red)
Komentar

Berita Terkini