|

Pelaku Pembunuh Kiki Kumala Terancam Hukuman Mati

Suasana jumpa pers (press release). Direktur Direktorat Kriminanl Umum Polda Maluku Utara Kombes (Pol) Anton Setiawan didampingi Kasat Reskrim dan Paur Humas Polres Tikep merilisi kasus pembunuhan dan pemekosaan Kiki Kumala. Tersangka MI (kaos orange) ikut dihadirkan.  
TERNATE, BRNPelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Gamaria Kumala alias Kiki (19) warga Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Halmahera Utara ditetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Dia dijerat tiga pasal berlapis dan terancam maksimal hukuman mati.

Direktur Direktorat Kriminanl Umum Polda Maluku Utara Kombes (Pol) Anton Setiawan, dalam keterangan persnya mengatakan, tiga pasal berlapis itu diantaranya Pasal 340 tentang pembunuhan berencana subsider 339 pembunuhan dengan tindak pidana lainnya junto 365 pencurian maupun kekerasan serta 285 tentang pemerkosaan dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
“ Terduga pelaku berinisial MI (35) asal Tobelo, Halmahera Utara. Dia di tangkap di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan pada Kamis (18/7) sekira pukul 10.00 pagi WIT,” kata Anton di Tidore, Jumat (19/7).
Perwira menengah Polri ini mejelaskan, dalam perkara ini MI memperkosa kemudian menghabisi nyawa Kiki menggunakan karet lis variasi kaca mobil yang diikat di leher korban. Tersangka yang juga residivis kasus pemerkosan tahun 2006 itu selanjutnya membawa jasad korban dan membuangnya di semak Dusun Lokulamo, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.
“ Perbuatan keji yang dilakukan pada Selasa, 16 Juli 2019 dan diduga sudah ada niat dari pelaku. Sebab tidak ada penumpang lain dalam mobil pelaku. Dan saat membawa korban dari Malifut tujuan Sofifi, pelaku MI melewati jalan belakang arah Sofifi, tepatnya di jalan belakang Guraping,” katanya seperti dilansir di beritamalut.co.
“ Dia juga mengambil barang-barang korban. Hari itu juga, MI membuang jasadnya di Lelilef Weda ”.
Memudahkan Polisi
Kombes (Pol) Anton menambahkan, hilangnya Kiki Kumala yang sempat viral di media sosial (medsos) facebook memudahkan proses penyelidikan polisi. Selain itu, kata Anton, dari hasil viral itu banyak masyarakat datang melapor, baik di Malifut maupun Tidore.
“ Keluarga mulai resah karena korban seharian yang tidak kunjung sampai ke Sofifi dan Ternate, begitu pula masyarakat Malifut. Informasi hilangnya Kiki kemudian muncul di media sosial, alhamdulillah itu lebih memudahkan kami (polisi) dengan viral itu,” kata Kombes Setiawan.
Anton mengemukakan, selain viral di media sosial, ada tersiar kabar keberadaan MI di Tidore Kamis kemarin. Pelaku tidak lagi di Malifut maupun Desa Dum Dum. “Dan ada yang kirim motornya dari Loleo ke Tidore,” kata Anton.
Dari informasi itu, pada Kamis 18 Juli 2019 tepatnya di pelabuhan Loleo, Halmahera tengah, Kanit Reskrim Polsek Tidore, Bripka Ustang Ardi Usman kemudian berkoordinasi dengan Kasat Reskrim dan Dir Reskrimum Polda mengenai kabar pengiriman motor oleh tersangka.
“ Namun ada kejangggalan, sebab motor tersebut pelaku tidak mengambil, tapi yang mengambil adalah saudara dari calon istri pelaku,” tambahnya.
Hasil pengintaian polisi menurutnya, motor tersebut di jemput Rifan. Berdasarkan keterangan Rifan serta pengembangan pelaku diamankan di Kelurahan Dokiri sekira pukul 9.00 pagi WIT.
“ Setelah pelaku ditangkap, kemudian dimintai keterangan, akhirnya terkumpul semua termasuk korban yang ia bunuh. Semua barang bukti yang ada, siap di proses,” tuturnya. “ Atas kasus ini tersangka kita jerat Pasal 340 pembunuhan berencana, subsider 339 pembubuhan dengan tindak pidana lainnya junto 365 pencurian serta kekerasan maupun Pasal 285 pemerkosaan dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup,” tegasnya. (red/brn/bm)
Komentar

Berita Terkini