|

Korban Meninggal Dunia Bertambah Lagi

Desa Gane Luar Paling Banyak Kerusakan

Kondisi pengungsi warga Desa Tomara, Kecamatan Bacan Timur Tengah. Tim Medis RSUD Labuha mengecek kondisi kesehatan anak-anak di tenda pengungsian. Tim juga membawa logistik berupa makanan dan obat-obatan, Selasa (16/72019). Foto: Onha Udin.
TERNATE, BRN - Korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan terus bertambah. Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara  jumlah korban tewas menjadi 6 orang.

Data korban tewas yang terdata itu mereka warga yang bermukim di daratan Gane, Pulau Halmahera. Korban tewas sebelumnya Aisyah (50) asal Desa Ranga-Ranga, Aswar Mukmat (21) asal Gane Dalam tewas tertimpa reruntuhan bangunan, dan Aina (58) asal Desa Gane Luar. Sedangkan korban yang bari dilaporkan meninggal dunia diantaranya, Saima Mustafa (90) asal Desa Nyonyifi meninggal di tenda pengungsian, Bibi Siang Kale (63) asal Desa Gane Luar meninggal usai gempa, serta Segaf Gafur asal Desa Yomen.

Menurut BPBD, hasil ini masih berupa data sementara. Tim terpadu dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, BPBD, Tim SAR, TNI/Polri dan berbagai unsur lainnya bergerak di lokasi bencana untuk mendata jumlah kerusakan bangunan dan korban luka akibat guncangan gempa tersebut.

Selain korban meninggal, terdapat sebanyak 971 rumah di sembilan desa terdampak kerusakan serta ratusan warga yang luka-luka, baik ringan maupun patang tulang. “ Satu korban patah tulang atau luka berat yang terkonfirmasi adalah warga asal Tomara, Kecamatan Bacan Timur Tengah,” ujar Sekretaris BPBD Malut Ali Yau.

Kondisi di tenda pengungsian warga Desa Balitata
Data sementara BPBD per Selasa (16/7/2019) menyebutkan sebanyak 3.104 jiwa mengungsi tersebar di 15 titik atau lokasi. Selain itu BPBD juga menyebutkan, fasilitas umum yang rusak itu 6 unit gedung sekolah, 1 gereja, 2 masjid, 1 polindes, 1 TPQ, 1 PAUD, dan 1 unit rumah guru. Sementara, rumah warga yang rusak berat tersebar di Desa Ranga-Ranga 300 unit, Gane Luar 380 unit, Sawat 6 unit, Gaimu 10 unit, Kuwo 30 unit, Tanjung Jere 2 unit, Lemo-Lemo 131 unit, Liaro 22 unit, dan Desa Tomara 90 unit.

Kepala BPBD Maluku Utara Ridwan Saban mengatakan jumlah kerusakan bangunan dan korban terus di data. Kemungkinan bisa bertambah mengingat beberapa desa yang belum terdata.

Ridwan mengemukakan, belum terdatanya beberapa desa itu termasuk kerusakan bangunan, korban, maupun jumlah pengungsi. “ Terkendala akses dan jaringan. Sebagian desa Di Gane tidak ada jaringan telekomunikasi,” katanya.

“ Tim BPBD provinsi dan TRC BNPB masih melakukan asesmen, mendata tingkat kerusakan, jumlah pengungsi, dan hal lainnya yang dibutuhkan pengungsi di Kecamatan Gane Barat dan Gane Timur Selatan,” tambahnya. “ BPBD Malut juga sudah bangun posko lapangan di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat ”. (red)
Komentar

Berita Terkini