|

Diduga Jual Rastra, Warga Minta Kades Segera Undur Diri


JALOLO, BRN - Kebijakan Kepala Desa Payo Induk Kecamatan Jailolo, Ibnu Hi. Haerudin menjual beras sejahtera (rastra) masih menuai protes. Pemuda desa setempat melakukan aksi protes dengan memasang spanduk di pangkalan ojeg.  

Ridwan Setiawan Wally, warga Payo Induk menjelaskan, spanduk berisi tulisan ‘Pemuda Payo menolak keras kades dengan tindakan penjualan beras rastra’ itu sebagai bentuk keresahan masyarakat.
“ Seharusnya rastra diberikan bagi penerima. Namun kenyataannya tidak sampai di masyarakat, sebagiannya entah kemana,” kata Ridwan, Rabu (24/7) tadi.

Ridwan mengemukakan, penerima program pemberian rastra pada Mei 2018 lalu sebanyak 38 kepala keluarga (KK) dan masing-masing KK menerima 5 sak beras netto 10 kilo gram. “ Kenyataan di lapangan tara (tidak) begitu. Tiap hanya terima 2 sak,” tandasya.

Dia menduga ada tidak beres. Sebab menurutnya, pengalihan 3 sak rastra itu tanpa ada rapat atau musyawarah bersama. “ Harusnyakan begitu (musyawarah). Kalau 3 sak dikalikan dengan 38 KK maka hasilnya 114 sak yang diduga  di jual kepala desa,” katanya sembari meminta sang kades mundur dari jabatanya karena dinilai mencederai nilai-nilai keharmonisan desa.

Perihal serupa disampaikan salah satu warga Payo. Sumber yang meminta tidak disebutkan identitasnya ini menduga kades cs melakukan praktik tindak pidana korupsi dengan modus mengalihkan atau mengurangi jatah penerima program pemberian rastra. “ Di duga kuat menjual rastra. Karena itu kami minta agar kades undur diri,” katanya.

Aksi yang sempat dipantau pihak Polres Halmahera Barat ini berjalan aman. Kapolsek Jailolo Iptu Labadau mengatakan, protes warga terhadap kades itu  tidak ada gejolak atau gesekan. “ Aman. Tidak gesekan antara kedua belapihak,” kata kapolsek.

Brindonews.com berusaha mengonfirmasi Kades Payo perihal tuntutan warga namun belum berhasil. Kades belum memberikan klarfikasi hingga berita ini dipublis. (haryadi)

Komentar

Berita Terkini