|

Laka Laut, Dua Nahkoda Di Tetapkan Tersangka


Ditpolairut Polda Malut menetapkan dua tersangka tindak pidana pelayaran Laka Laut
TERNATE, BRN  - Direktorat  Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairut) Polda Maluku Utara (Malut) menetapkan dua orang tersangka Tindak Pidana Pelayaran (Laka Laut) yakni Masri Kasim (27) sebagai nahkoda Sb. Delta Dan Idris Fabanyo (35) nahkoda Pm. Milla.

Kronologis ditetapkan kedua tersangka tersebut bermula Pada hari sabtu tanggal 22 Juni 2019 sekitar Pukul 17.00 Wit terjadi kecelakaan laut disekitar perairan Bastiong, dimana Speed Boat DELTA berlayar dari pelabuhan Bastiong menuju Pelabuhan Rum Tidore namun sebelum sampai ke tempat tujuan, Speed Boat DELTA menabrak perahu motor PM. MILA.

Akibat kecelakaan laut tersebut, menyebabkan adanya korban yakni penumpang dengan insial LRJ (10) warga Desa Maitara kehilangan tangan sebelah kiri.

“ peristiwa tersebut, dua nahkoda spead boat dan perahu motor Pm. Mila di tetapkan sebagai tersangka" Ungkap Direktur Polairud Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Arif Budi Winofa Senin (24/06/2019) saat konfrensi pers.

Menurutnya, setelah peristiwa tersebut terjadi pihaknya langsung mengecek dokumen dari dalam hal ini SB. Delta dan PM. Mila apakah telah sesuai prosedur atau tidak.

" Faktanya setelah dicek, Sb. Delta dan Pm. Mila diduga berlayar tanpa memiliki dokumen Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh syahbandar, “ ujarnya.

Lanjut dia,  Pasal yang disangkakan untuk kedua tersangka yakni Pasal 323 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran

Pasal 323 Ayat (1)       : Nakhoda yang berlayar tanpa memiliki SPB yang dikeluarkan oleh syahbandar dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah).

Sementara Pasal 323 Ayat (2) menjelaskan    :       Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) , mengakibatkan kecelakaan kapal sehingga mengakibatkan kerugian harta benda dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah),

Begitu juga dengan Subsider Pasal 360 Ayat (1) KUHPidana. Pasal 360 Ayat (1) yang menjelaskan Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka – luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun. (shl)

Komentar

Berita Terkini