|

Tali Jemuran Jadi Solusi Bunuh Diri

FO akhiri hidupnya menggunakan tali jemuran (ILUSTRASI)
TERNATE BRN - Diduga depresi, pria berinisial FO (36) warga Kayu Merah Kecamatan Ternate Selatan nekad mengakhiri hidupanya dengan cara gantung diri diatas pintu menggunakan tali jemuran.

Kapolsek Ternate Selatan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Catur Erwin kepada wartawan mengatakan, dari keterangan ayah korban, sebelumnya FO sudah melakukan percobaan bunuh diri dengan mengunakan sebilah golok (parang) namun berhasil di cegat ayah korban dan selalu mengingatkan kepada korban jangan melakukan hal yang di larang oleh Allah.

" Katanya korban sudah berulang kali mencoba melakukan bunuh diri, tapi ayah korban selalu menggalakan, " Katanya Senin (20/05/2019).

Kronologis bermula dari pengakuan saksi yang juga ibu kandung korban Hj Hawa Ruray (72). Awalnya korban bersama bapaknya di  kamar depan yang  berbaring di tempat tidur karena sakit, sementara ibu kandung korban berada di kamar sebelahnya yang juga mengalami hal yang sama (sakit) yang sementara berada di kursi roda.

" Tepatnya pada pukul 18.00 wit ibunya korban bangun dari tidur dan langsung melihat korban sementara posisi masih tergantung diatas pintu samping kiri dekat kamar ibunya dan posisi korban sudah berada di lantai tetapi masih tergantung dengan tali jemuran," Ujarnya.

Catur menambahkan, setelah itu, ibunya memanggil nama korban berulang kali namun tidak menjawab, akhinrya ibu korban keluar meminta tolong kepada warga yang saat itu M.Isra  Tamrin (26) lewat datang lalu masuk ke dalam rumah untuk membantu akan tetapi korban sudah meninggal. Tak lama kemudian M Isra langsung menju kantor polsek untuk melaporkan kejaian tersebut.

" M.isra akhirnya langsung pergi ke Polsek guna untuk melaporkan adanya  kejadian bunuh diri di Kelurahan Kayumera," akunya.

Setelah mendapatkan laporan, Tim Identifikasi dari Polres Ternate tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 19.30 WIT dan tidak sempat melakukan olah TKP karena pihak keluarga sudah tidak mau memproses masalah ini.

" Dari pihak keluarga korban telah kami konfirmasi dan tidak mau memproses lanjut masalah ini dengan alasan telah menerima kematian korban yg menurutnya sudah secara wajar," tutup Catur. (Shl/red)

Komentar

Berita Terkini