|

Penggelembungan Suara Caleg Menguak

Bawaslu Klaim Sudah Selesai

Aknosius Datang
HALBAR, BRN - Aksi protes mewarnai pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (1/5). Kejadian itu bermula salah satu saksi PPP memprotes perolehan suara Ramli Sahdun, caleg DPRD Halbar dapil I Jailolo – Jailolo Selatan dari PKS dan Iskandar Idrus caleg DPRD Provinsi dapil I Ternate – Halbar dari PAN.

Saksi atas nama Ajohar Ali Zen ini menduga perolehan suara kedua caleg itu di gelembungkan alias di tambahkan penyelenggara tingkat bawah. Fakta itu di temukan setelah di kroscek C-1 Plano dan formulir model C-1 di TPS 3 Desa Jalan Baru.

“ Setelah kita kroscek saat pleno PPK tidak sinkron. Iskandar Idrus peroleh 22 suara, namun C-1 plano dan formulir C-1 berubah 80 suara. Begitu juga dengan Ramli Sahdun, suara rillnya 39 suara tapi di C-1 plano maupun formulir C-1 di tulis 81 suara,” beber Ajohar saat di temui usai rapat pleno terbuka tingkat kabupaten.

Menurutnya, kasus ini tidak dapat di tolerir lagi. Penegasan pelanggaran pemilu ini sebagaimana tertuang dalam UU 7 tahun 2017 tentang pemilu dan PKPU. “ Harusnya ini masuk pelanggaran pelanggaran pemilu,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Devisi Hukum Pencegahan dan Penindakan Bawaslu Halbar Aknosius Datang di konfirmasi  mengaku masalah itu sudah selesai di tingkat PPK. Bawaslu hanya perlu mengusut atau menindaklanjuti oknum yang terlibat dalam proses penggelembungan suara. “ Itu (oknum yang terlibat) yang  di tindak lanjut. Jika terbukti baik itu KPPS maupun PPS tetap di beri sanksi hukum,” katanya.

Usaha brindonews meminta keterangan ketua KPPS TPS 3 Desa Jalan Baru belum berhasil. Hingga berita di publis, ketua KPPS belum memberikan keterangan perihal dugaan penggelembungan suara di TPS 3 Desa Jalan Baru. (yadi/red)
Komentar

Berita Terkini