|

Pemkab Pultab Diduga Main “tabrak” Lahan warga

Pemkab Pultab Abaikan Pasal 5 UU 2 2012

Loaksi penimbunan. Terlihat alat berat meratakan material tanah di lokasi.
TALIABU, BRN - Pekerjaan penimbunan lahan di Dusun Fangahu, Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Pulau Taliabu, Maluku Utara menuai protes warga. Selain diduga tidak sesuai mekanisme, lahan yang bakal disulap menjadi kawasan pemerintahan ini diduga mengabaikan perintah UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

Kamarudin, salah satu warga setempat menduga pekerjaan dengan nomor kontrak: 602.2/3.KONS/KONTRAK/DPU-PR/PT/2019 tersebut mengabaikan perintah Pasal 5 UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

Di bilang mengabaikan, lanjutnya, karena penggusuran dan penimbunan dilakukan sebelum ada kesepakan bersama. Ini artinya, pekerjaan mendahului sebelum ganti kerugian di realisasi. “ Ini jelas melanggar. Pada pasal 5 dijelaskan bahwa pihak yang berhak (pemilik lahan) wajib melepaskan tanahnya pada saat pelaksanaan pengadaan tanah untuk kepentingan umum setelah pemberian ganti kerugian. Anehnya yang terjadi justru menyimpang, pemerintah sudah menimbun sebelum ada realisisasi ganti rugi,” kata Kamarudin yang pemilik lahan itu.

Kamarudin menyatakan, proses sebuah pekerjaan yang kaitan dengan lahan milik warga paling tidak ada pembebasan lahan yang dilakukan. Meskipun itu demi pengembangan atau kemajuan daerah atau bahkan kepentingan publik, tidak serta merta main tabrak.

“ Tapi yang terjadi tidak demikian. Tiba-tiba datang langsung gusur dan timbun,” terangnya seraya mengaku pernah pemerintah dan pihak rekanan tidak pernah kasi sinya atau pemberitahuan lahan miliknya itu bakal di gusur.

Kamarudin bilang, dirinya mendukung penuh niat pemerintah daerah memajukan Pulau Taliabu sebagaimana daerah lain. Akan tetapi bagi menurutnya pemerintah tidak harus membiarkan rakyat terkesan tertindas akan suatu kebijakan. “ Paling tidak pemerintah daerah konfirmasi dulu ke pemilik lahan, tapi ini tidak sama sekali. Tiba-tiba truck datang dan buang material tanah. Inikan aneh ??,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pulau Taliabu Ridwan Buamona dikonfirmasi tak banyak menjelaskan soal itu. Ridwan berdalih lahan tersebut bakal dilunasi atau dibayar Pemkab Taliabu. “ Itu (lahan) nanti pemda yang bayar,” katanya singkat. (her/red)
Komentar

Berita Terkini