|

Palsukan Tanda Tangan, Sekdes Desa Gorua Cairkan DD Rp 116 Juta

Ilustrasi uang tunai. Dalam pencairan dana ini Sekdes Gorua palsukan tanda tangan kades dan bendahara desa 
TOBELO, BRN - Sekretaris Desa (Sekdes) Gorua Kecamatan Tobelo Utara, Abdul Maya di depan Ketua BPD Desa Gorua dan Kepala Desa mengaku telah menyalahgunakan Dana Desa (DD) tahap I tahun 2019.

DD tersebut diduga telah dipakai oleh Sekdes untuk kepentingan pribadi. Data yang diperoleh media ini bahwa total dugaan penyalahgunaan DD yang dilakukan Sekdes Desa Gorua sebesar Rp. 116.700.000. Sekdes telah mencairkan uang dari Bank Mandiri tahun anggaran 2019 dengan memalsukan tanda tangan kepala desa dan bendahara Desa Gorua.

Dalam pencairan itu Abdul Maya mencairkan anggaran tiga kali dalam sebulan. Pencairan pertama pada 23 April 2019) senilai Rp. 58.350.000 dan pencairan kedua pada esok harinya 24 April 2019 kembali mencairkan uang dengan jumlah yang sama yaitu Rp. 58.350.000. Total uang yang diambil atau dicairkan pada tahap pertama  dan kedua senilai Rp. 116.700.000.

Selang dua hari kemudian tepat pada 26 April 2019, sekdes kembali mengambil atau mencairkan uang tahap ketiga senilai Rp 32 juta. Namun uang ini kemudian dikembalikan ke bank pada tanggal yang sama. 

Itu artinya, sekdes belum mengembalikan atau menyetor pencairan tahap pertama dan kedua pada  23 dan 24 April 2019 senilai 100 juta lebih. 

Kelakuan Sekdes ini terbongkar bermula kepala desa dan Bendahara Desa Gurua ingin mengambil uang di bank untuk kepentingan desa. Keduanya dibuat geleng kepala lantaran uang tersebut sudah diambil oleh sekdes dan digunakan untuk kepentingan pribadinya.

Ketika ditanya, Abdul Maya selaku Sekdes Desa Gorua mengaku akan menyerahkan dana tersebut dan digantikan secara tunai kepada bendahara desa dihadapan. “ iya saya akan memberikan uang tersebut kepada bendahara Desa, ” Katanya dihadapan Ketua BPD, Kades, dan bendahara Desa.

Dirinya juga berjanji akan kembalikan uangnya pada tanggal 13 Mey 2019, karena sesuai perjanjian dalam jangka waktu sepuluh hari sudah diganti, dan jika tiba tanggal jatuh tempo belum dikembalikan maka ia siap diberhentikan dan mengundurkan diri serta diproses secara hukum sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.

Sementara Kades Desa Gorua Asnijati Baba, saat dikonfirmasi membenarkan adanya surat pernyataan dari Sekdes Desa Gorua, terkait dengan penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2019. " Memang benar, tetapi ada itikad baik dari sekdes untuk pengembalian," Ujar Kades ketua di hubungi media ini melalui Via handphone Sabtu (11/05/2019).

Menurutnya, surat pernyataan yang dibuat Sekdes, ia mengaku telah menyalahgunakan DD  tahap I tahun 2019 tetapi bersedia mengantikannya. " Batas waktu pengembalian tanggal 13 Mei, jika tidak ia bersedia diproses secara hukum," Pintanya.

Hal senada juga disampaikan salah satu Anggota BPD Desa Gorua yang mengatakan, Sekdes desa Gorua Abdul Maya telah mangambil uang di Bank senilai 116.700.000, dengan cara memalsukan tanda tangan. " Uang yang diambil dengan memalsukan tandatangan Kades dan Bendahara Kades," tutupnya. (Shl)
Komentar

Berita Terkini