|

Polres Halbar Amankan DPO Asal Tobelo

Polisi saat menjemput DW
HALBAR, BRN - Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Pepatah atau peribahasa ini cocok disematkan kepada DW. Pria asal Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara ini tak berdaya dihadapan Polisi Halmahera Barat.

DW sebelumnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang atau DPO Polsek Tobelo. Penetapan status DPO itu karena yang bersangkutan diduga mengancam Koplesek Tobelo, Iptu Andi Indrus N.A. Collong dengan benda tajam pada Minggu  4 Desember 2018 lalu.   

Tempat persembunyian dugaan pelaku pengancaman Kapolsek Tobelo puncaknya pada Sabtu 4 April kemarin. Ia di tangkap di Halmahera Barat tepat di Desa Akediri, Kecamatan Jailolo. Penangkapan itu dilakukan langsung Kapolres Halmahera Barat AKBP Deny Heryanto bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Akediri Kecamatan Jailolo dan salah satu anggota piket Sabhara.

AKBP Deny menuturkan, penangkapan itu setelah menerima laporan dari Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Halut. Laporan menerangkan DW masuk DPO dugaan tindak pidana pengancaman Kapolsek Tobelo dengan benda tajam.

“ DW diamankan atas dugaan tindak pidana pengancaman. Kasus itu terjadi pada Minggu (6/12/2018) sekira pukul 01.30 WIT di Desa wari Kecamatan Tobelo Halmahera Utara,” kata Deny saat dikonfirmasi, Minggu (21/4).

Tak hanya soal itu, ada persoalan lain berujung pada penangkapan DW. AKBP Deny bilang, nama DW juga masuk daftar catatan Polres Halmahera Barat lantaran membuat keonaran di Desa Akediri usai mengonsumsi minuman keras jenis cap tikus pada 17 April atau tepat hari pertama pencoblosan pemilu serentak 2019. “ Kejadiannya sekira pukul 02.00 WIT. Atas ulah DW, masyarakat sekitar resah,” katanya.

Pasca penangkapan, Polres Halmahera Barat selanjutnya berkoordinasi dengan Kapolres Halmahera Utara. “ Pelaku sudah di amankan di rumah tahanan Polres Halmahera Barat, selanjutnya akan  dilimpahkan ke Polres Halmahera Utara,” sambung Kapolres. (Haryadi)
Komentar

Berita Terkini