|

Nasib Pegawai Puskesmas Kalumata Menunggu Keputusan Wali Kota

Kepala BKD Kota Ternate, Junus Yau 

TERNATE BRN – Kasus investasi bodong yang melibatkan Aparat Sipil Negara (ASN)  lingkup Pemerintah Kota Ternate yang bertugas di Puskesmas Kalumata Kecematan Kota Ternate Selatan sebaut saja Suhesty yang berperan sebagai pelaku.

Suhesty pegawai Puskesmas Kalumata Kota Ternate Selatan yang sudah ditetapkan tersangka pada beberapa waktu lalu membuat kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Junus Yau geram.

BKD menunggu keputusan inkra untuk mengeksikusi bersangkutan, Dan sisa menunggu arahan dari walikota Ternate Burhan Abdurrahman.

"Engsekusinya seperti apa kita tunggu laporan dari Dinas Kesehatan ke Wali Kota dan Sekretaris Daerah," ujar Yanus Nau kepada media ini diruang kerjanya, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, sudah berkordinasi dengan Dinkes terkait Peraturan Pemerintah Nomor 53 sangat jelas. BKD tetap menunggu laporan Dinkes di Wali Kota dan Sekda seperti apa keputusanya, tugas BKD hanya mengeksikusi yang bersangkutan.

"BKD tetap tunggu disposis Wali Kota dan Sekda. Sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan.

Dirinya mengaku sejak awal sudah mendapat informasi terkait ASN yang ditetapkan tersangka atas kelakukannya sebagai pelaku investasi bodong.

Disentil terkait menunggu putusan inkra dalam waktua beberapa bulan apakah bersangkutan tetap menerima haknya (gaji) Yunus mengatakan sesuai prosedur harusnya dipotong jadi 25 persen dari 100 menjadi 75 persen. Namum katanya bersangkutan sementara ini gajinya nol.

"Sesuai aturan bersangkutan dapat 75 persen tapi sekarang torang mau kase dia pe gaji bagaimana, sedangkan gajinya suda habis karena pake bayar utang dan pemotongan kiri kanan," pungkasnya sembari menambahkan mungkin bersangkutan suda ada pinjaman di bank jadi gajinya suda habis.(Shl/red)

Komentar

Berita Terkini