|

LSM Polisikan Kades Anggai

Penyerahan tanda terima laporan dugaan pengrusakan hutan bakau di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Pulau Obi.
LABUHA, BRN - Kepala Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kamarudin Tukang dilaporkan ke Polres Halmahera Selatan. Ia dilaporkan lembaga pemerhati lingkungan dan pesisir Kabupaten Halmahera Selatan atas dugaan pengrusakan 2 hektare hutan bakau.

Safrudin Ibrahim, salah satu anggota lembaga pemerhati lingkungan dan pesisir mengatakan, langkah itu dilakukan karena tak mengubris beberapa demonstrasi di Kantor Camat Jikotamo.    

Safrudin mengemukakan, aksi itu selain memprotes penggusuran hutan bakau yang dilakukan Kamarudin, juga mempertanyakan alasan penggusuran. “ Karena pohon bakau/mangrove di lindungi negara. Perlindungan pohon bakau ini tertuang dalam UU Nomor 27 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan serta UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” jelasnya.

Aktifitas penggusuran tersebut kuat dugaan tidak punya dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal). Kades juga diduga mengabaikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang pada hakekatnya merupakan pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan pemenuhan hak generasi yang akan datang.

“ Amdal adalah dokumen vital dalam pembangunan sebagaimana di atur dalam Pasal 36 ayat 1 UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tambah Ruslan, salah satu anggota lembaga pemerhati lingkungan dan pesisir.

Usai menerima tanda terima laporan kepolisian, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang getol mengawal isu-isu lingkungan di negeri saruma ini langsung menyampaikan tembusan laporan pengrusakan hutan bakau di Kantor Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Halmahera Selatan. Kedatangan Safrudi dan Ruslan diterima Fajri, salah satu staf di kantor itu. (bur/red)
Komentar

Berita Terkini