|

Ketua KPU Halut Nyaris di Hajar Para Napi

Ketua KPU Halut Saat di Giring Keluar Dari TPS di Lapas

HALUT,BRN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Muhlis Karye nyaris dihakimi Narapidana (Napi) dan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo.

Masalah terjadi saat ketua KPU Halut Muhlis Karie memberikan penjelasan Kepada  33 Napi dan Warga Binaan yang tidak mendapatkan hak pilih, dihadapan para napi ketua KPU mengatakan bahwan tidak semua warga negara Indonesia mendapatkan hak pilih pada momentum pemilihan umum (pemilu) tahun 2019.

Mendengrkan kalimat tersebut sejumlah napi langsung naik pitam dan nyaris menghakimi ketua KPU di depan Kalapas Kelas IIB Tobelo Rabu (17/04/2019). Beruntung insiden itu cepat di redah oleh pihak kepolisian yang sementara berjaga-jaga jalanya pemilu.

Mendengar pernyataan ketua KPUD Halut ini, seluruh Napi dan Warga Binaan langsung membabi buta, dan nyaris memukul ketua KPUD, tidak berselang lama, kalapas Kelas IIB Tobelo bersama beberapa anggotanya dengan cepat mengamankan dan mengeluarkan ketua KPU dari Lapas.

Ketua KPU Halut di Amankan Petugas Dari Amukan Para Napi 
Menanggapi hal tersebut, Kalapas Kelas IIB Tobelo Rizal Effendi mengatakan seharusnya Ketua KPUD Halut tidak berbicara seperti itu di depan napi dan Warga Binaan, tidak bisa seperti itu,".

Tak hanya itu, juga menetapkan Lapas Kelas IIB Tobelo sebagai Tempat Pungutan Suara (TPS) III dan bukan TPS khusus. 

"Tidak ada TPS khusus di lapas, dan bahkan pihak KPUD Halut, menyuruh Napi dan Warga Binaan untuk mencoblos di luar Lapas," Katanya.

Putusan KPUD itu sangat keliru, ketika 176 Napi dan Warga Binaan memilih di luar Lapas, apakah pihak KPUD Halut bisa bertanggung jawab ketika hal-hal yang tidak di inginkan bisa terjadi.

" Napi di suru keluar, nyoblos di luar lapas, pertanyaan KPUD Halut bisa bertanggung jawab," sesalnya (shl/red)

Komentar

Berita Terkini