|

Kejati Butuh Proses Selesaikan Kasus Bibit Jangung

KANTOR KEJATI
TERNATE, BRN - Kejaksaan Tinggi Maluku Utara nampaknya kesulitan menangani kasus pengadaan bibit jagung di Dinas Pertanian Maluku Utara. Penanganan kasus tersebut Kejaksaan Tinggi atau Kejati masih butuh waktu untuk menyelesaikannya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum atau Kasi Penkum  Kejati Apris Risman Ligua mengatakan, penanganan kasus 2017-2018 laporannya masih dalam tahap penyelidikan. “ Ini butuh proses, karena kegiatannya ada di semua Dinas Pertanian di kabupaten/kota,” kata Apris dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (8/4).

Jaksa mayda di Kejati ini mengakui sudah memeriksa lebih dari Sepuluh orang. Strategi dalam pemeriksaan masih sama yaitu peyelidikan dari tim penyidik. “ Mengenai siapa-siapa yang di panggil belum bisa sampaikan ke publik, karena kepentingan penyelidikan. Intinya Kejati intens untuk lakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Menurutnya, penyelesaian kasus pengadaan bibit jagung memerlukan proses. Sebab kronologis kasusnya melibatkan banyak pihak, seperti Dinas Pertanian di Sepuluh kabupaten/kota, pihak ketiga atau rekanan, pejabat pembuat komitmen atau PPK dan petani.

“ Cukup banyak untuk dimintai keterangan, sehingga kami butuh proses. Tetap intens meminta keterangan dan proses penyelidikan tetap jalan, sementara untuk materinya belum bisa sampaikan,” pungkasnya.

Meski mengklaim lebih dari sepuluh orang sudah di periksa, pemanggilan Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara sampai saat ini belum diketahui Apris. Juru bicara atau humas di Kejati malah menyuruh wartawan menanyakan langsung ke penyidik.

“ Sudah di panggil atau belum saya tidak tahu. Untuk lebih urgen siapa-siapa yang dipanggil nanti tanyakan langsung ke tim penyelidik  karena nama-nama yang dimintai keterangan itu semua ada di tim penyidik,” terangnya.

Sebelumnya, penanganan kasus dugaan penyalagunaan anggaran pengadaan bibit jagung hibrida yang diduga melibatkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara Idham Umasangadji dan pejabat pembiuat komintmen atau PPK Mohtar Husen diakui Idham Umasangadji.

“ Sejauh ini saya sudah diperiksa dua kali dengan statsus saksi. Olehnya itu masalah ini tergantung pihak Kejati,” akui Idham belum lama ini. (Shl/red)
Komentar

Berita Terkini