|

Kadis Pertanian Malut Akui Kasus Pengadaan Bibit Jagung Sudah di Tangani Kejati

Bibit Benih Jagung Hibrida
SOFIFI,BRN Dugaan penyalagunaan anggaran pengadaan bibit benih jagung Hibrida yang diuga melibatkan kepala dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara Idham Umasangadji dan Pejabat Pembiuat Komintmen (PPK)  Mohtar Husen yang  biasa di sapa Haji Ota mulai diseriusi pihak Kejaksaan Tinggi Malut.

Kepala Dinas Pertaninan Provinsi Maluku Utara Idham Umasangadji mengakui kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit benih jangung sudah di tangani aparat penegak hukum (APH). Bahkan selama kasus tersebut bergulir dirinya sudah di periksa dua kali oleh penyidik kejati.

“ Sejauh ini saya sudah diperiksa dua kali dengan statsus saksi. Olehnya itu masalah ini tergantung pihak kejati,” akunya.

Informasi yang beredar, selain kapala dinas pertanian, PPK H Ota juga sudah diperiksa sebanyak dua kali. Bahkan dalam pemeriksaan tersebut masih satatus saksi. Sekedar diketahui anggaran pengadaan bibit benih jangung hibrida selama dua tahun senilai Rp 160 Miliar lebih.

Sebelumnya, kasi penkum kejati malut mengatakan, tim sudah mulai mengumpulkan data, bahkan kapala-kepala dinas Pertanian Kabupaten/Kota juga sudah di periksa untuk melengkapi data-data.

“ Kami sudah periksa kepala-kepala dinas Pertaninan Kabupaten/Kota untuk penyilidik lanjutan,” katanya belum lama ini.

Kabarnya, kegiatan pengadaan bibit benih jagung hibrida itu mestinya di melekat di bidang tanaman pangan dan holtikultura, akan tetapi entah kenapa sehingga diambil alih oleh kepala bidang perencanaan dinas Pertanian Haji Ota yang juga PPK. (tim)
Komentar

Berita Terkini