|

Caleg PKPI Bantah Pernyataan Kadis Perkim



LABUHA, BRN - Laporan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang dialamatkan ke Direktur CV Majemuk Utama Avero Adam tak membuat nyali ciut. Calon legislatif (caleg) incumbent PKP-Indonesia mengklaim masalah yang ditangani Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan sudah selesai.   

Sebelumnya, Avero dilaporkan oleh Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH) Ahmad Hadi dengan alibi tipikor. Langkah ini dilakukan karena Ahmad menganggap dirinya seolah dijadikan ‘tumbal’.

Direktur CV Majemuk Utama Avero Adam dikonfirmasi membantah dugaan tipikor yang dialamatkan padanya. Caleg PKP-Indonesia dapil Gane, Halsel ini mengaku penanganan kasus tersebut sudah selesai. “ Masalah itu sudah selesai di Kejari Labuha,” katanya singkat.

Kasus itu, menurutnya bukan dikerjakannya. “ Saya tidak tahu-menahu siapa pihak ketiganya,” kilahnya.

Bantahan Avero berbeda dengan pengakuan sejumlah staf Disperkim-LH, Kadis Perkim-LH  dan Kejari Labuha. Sebelumnya, Kadis Perkim-LH Halsel Ahmad Hadi menyebutkan, berdasarkan laporan hasil pemerikan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara ditemukan pekerjaan tersebut fiktif.

Kendati demikian, Ahmad mengakui CV Majemuk Utama memenangkan proses tender. Hanya saja pekerjaan itu disub oleh Avero Adam. “ Iya dimenangkan perusahaan lain,  tapi dikerjakan oleh Avero Adam,” akunya.

Dari rangkuman brindonews.com, Avero Adam merupakan orang dekat Ahmad Hadi. Avero di gadang-gadang menjanjikan fee Rp 30 juta kepada sejumlah staf Disperkim-LH.

Sekedar diketahui, dugaan tipikor pada proyek yang dikerjakan pada 2017 dengan nilai Rp 732.800.000 itu pertama kali di cium Himpunan Pelajar Mahasiswa Gane Barat Utara (HIPMA-GARUT). Mereka menduga total anggaran yang di habiskan untuk kepentingan masyarakat ini tidak sejalan lurus dengan penerima manfaat. Mereka juga menilai masyarakat sangat dirugikan karena air bersih tersebbut tidak bisa di pakai warga setempat.

Kecurigaan inipun di respon Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan. Proyek yang di kerjakan CV . Majemuk Utama ini sudah masuk tahap penyelidikan. Untuk memastikan ada atau tidak dugaan tipikor, Kejari Halsel sudah memeriksa sejumlah saksi ternasuk Kepala Dinas Perkim-LH Ahmad Hadi. (saf)
Komentar

Berita Terkini