|

Usut Kembali Kasus Sayoang-Yaba, Kejati Malut Patut di Apresiasi

Ketua Dewam Pimpinan Cabang Konres Advokat Indonesia,Kota Tidore Kepulauan Roslan

TERNATE, BRN - Langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Maluku Utara membuka kembali kasus dugaan tindak pidana korupsi jalan Sayoang-Yaba, patut diberikan apresiasi
Menurutnya, langkah penyidik Kejati Malut dalam mengembangkan kembali kasus tersebut sangat tepat.

Dalam kasus itu, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Malut menemukan adanya kerugian negara kurang lebih senilai Rp 1miliar, atas kekurangan volume pekerjan pada 2016 lalu. 
 
“ Jelas ada tindak pidana di kasus ini. Jika dilihat dari UU 20 tahun 2001 Jo UU 31 tahun 1999 tentang tipikor khusus pasal 2 dan pasal 3 yang merujuk adanya kerugian keuangan negara,” kata  Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kongres Advokat Indonesia kota Tidore Roslan kepada redaksi Brindonews.com, (7/3/2019)

Kejati harus lebih prioritaskan kasus Sayoang-Yaba. kekuatiranya, kasus yang sempat di SP3 ini akan terbentur dengan tim yang sudah di bentuk. “ Penanganan perkara akan tertunda, jika personil tim yang sudah terbentuk akan pindah di tempat tugas yang baru. Misalnya pada penanganan lalu,” katanya. 
 
Karena itu, dia meminta kepada Kejati agar tidak berlarut-larut menyelesaikan perkara tersebut. “ Karna jika hal ini terjadi, maka tidak menutup kemungkinan perkara akan kadaluarsa. Dalam arti lain, kewenangan menuntut hapus karena lewat waktu sebagaimana di atur dalam Pasal 78 ayat (1) KUHPidana,” pungkasnya.

“ Dalam hal tipikor ini harus menjadi musuh kita bersama. Tipikor saat ini masuk dalam kejahatan luar biasa (esktra ordinary crime), sehingga penanganannya pun wajib diterapkan penegakan hukum luar biasa (ekstra ordinary law), katanya (red/brn)

Komentar

Berita Terkini