|

Tim SAR Gabungan dan Masyarakat Temukan Nelayan Yang Hilang

Sahrul Katerumbingan (lingkaran merah) saat menikmati alakadarnya di rumah keluaraganya di Desa Gamhoku, Halmahera Utara.
Perasaan Linda, warga Desa Gamhoku, Kecamatan Tobelo Selatan, Halmahera Utara cemas. Salah satu keluarganya, Sahrul Katerumbingan (27) tak kembali ke rumah sejak Jumat kemarin.

Informasi yang dihimpun brindonews.com, Sahrul diinformasikan tak pulang ke rumah hingga Sabtu (16/3) sekitar pukul 09.30 WIT pagi. Nelayan asal Desa Gamhoku itu diketahui ke laut untuk mengambil hasil tangkapan ikan secara tradisional atau mangael, bahasa lokal setempat menyebutnya.

Kepala Basarnas Kelas II B Ternate, M Arafah mengemukakan, Sahrul melaut pada Jumat (15/3) dan dikabarkan hilang sekitar pukul 14.00 WIT siang. “ Namun hingga Sabtu pagi, nelayan tersebut tidak kunjung kembali. Adapun jarak dari Pos SAR Tobelo - LKK sejauh 8.31 NM dengan Radial 123,16° ”, katanya kepada brindonews, Sabtu (16/3).

Ditemukan Selamat

M Arafah mengatakan, informasi atau kabar hilangnya Sahrul di terima dari Linda, keluarga korban. “ Pukul 10.00 WIT, tim SAR gabungan bergerak menuju LKK menggunakan RIB 03 Tobelo “, katanya.

Sekitar pukul 10.50 WIT pagi, korban berhasil ditemukan oleh masyarakat dan tim SAR gabungan Basarnas, TNI AL dan Polairud. Sahrul ditemukan selamat di koordinat 01° 32' 66" N / 128° 04' 03" E atau 7,58 NM arah 203,33° dari LKK.
“ Korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh masyarakat dan tim SAR gabungan Basarnas, TNI AL dan Polairud “, kata Arafah melalui juru bicara Basarnas, Ichsan M Nur.  
Ichsan bilang, korban selanjutnya di evakuasi ke Desa Gamhoku sekitar pukul 12.35 WIT. Dengan ditemukannya nelayan warga Gamhoku Tobelo Selatan, operasi SAR atas laporan nelayan hilang di perairan Tagalaya-Pulau Miti Halmahera Utara dinyatakan di tutup. “ Untuk semua pihak yang terlibat dalam upaya pencarian, kami (Basarnas) memberikan apreaiasi dan ucapan terima kasih “. (brn)
Komentar

Berita Terkini