|

Sosialisasi P4GN di Masyarakat, BNNP Malut Gelar Bimtek Penggiat Anti Narkoba

Kombes (Pol) Mirzal Alwi saat memaparkan materi di Bimtek Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN BNNP Malut
TERNATE, BRN - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara melaksanakan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Bidang Pencegahan, Pemberantasan dan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan masyarakat di Ballromm Muara Hotel, Selasa (19/3).

Bimtek tersebut dihadiri calon penggiat anti narkoba yaitu Ketua RT dan RW dari Sepuluh kelurahan di Kota Ternate. Peserta berjumlah 40 orang itu keterwakilan dari Empat kecamatan dari Sepuluh kelurahan, yaitu Kelurahan Kulaba, Bula, Tobololo dan Sulamadaha di Kecamatan Ternate Utara, Bastiong (Talangame) dan Kayu Merah di Ternate Selatan. Soasio, Tongole dan Kalumpang di Ternate Tengah serta Kelurahan Rua di Ternate Pulau.

Kegiatan dalam rangka strategi sosialisasi program (P4GN) ditengah-tengah masyarakat itu menghadirkan Empat pemateri. Kepala Bidang P2M BNNP Malut, Hairuddin Umaternate selaku pemateri pertama, Direktur Dir Resnarkoba Polda Malut, Kombes (Pol) Mirzal Alwi sebagai pemateri kedua, dan pemateri ketiga adalah Kasubag Kemenag Kota Ternate, M. Zulkiram Chaerudin.

Kepala Bidang P2M BNNP Malut, Hairuddin Umaternate, usai memaparkan materinya mengemukakan, kegiatan yang berakhir Rabu besok itu dengan maksud perpanjangan tangan dari BNNP Malut dalam upaya P4GN di lingkungan masyarakat. Perserta calon penggiat anti narkoba dibekali pemahaman tentang strategi ancaman bahaya narkoba.  

“ Sehingga mereka diharapkan menjadi contoh dalam kehidupan masyarakat. Di samping itu mereka juga dibekali pengetahuan aspek psikolog tentang adiksi atau ketergantungan narkoba seperti apa dan materi public seaking pada hari kedua Rabu besok “, kata Hairudin kepada brindonews.com.

Foto bersama peserta bimtek dan Kombes (Pol) Mirzal Alwi
Penggiat Anti Narkoba adalah mitra kerja atau perpanjangan tangan BNN. Penggiat Anti Narkoba memiliki peran vital dan tanggung jawab dalam menjadikan masyarakat serta lingkungannya bisa bebas dari narkoba. “ Ada juga dinamika grup. Dalam grup ini masyarakat dikelompokkan untuk mengisi kegiatan-kegiatan positif dengan memanfaatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau PKK, Posyandu “, sambung Hairudin. 

Penggiat Anti Narkoba, lanjutnya Hairudin, mereka selanjutnya sama-sama bersama pemerintah kelurahan melakukan sosialisasi di lingkungan atau di RT/RW di masing-masing kelurahan perihal bahaya narkoba dan bentuk satuan tugas (satgas).   

“ Satgasnya semakin di perkecil, sehingga tidak membuka ruang kepada para bandar untuk bisa masuk menduduki wilayah terkecil itu. Kalau RT/RW sudah bersih narkoba, harapannya kelurahan/desa bisa bersih narkoba. kelurahan/desa, kecamatan kabupaten/kota dan provinsi sudah bersih dan semua provinsi sudah bersih (narkoba) sudah tentu Indonesia pasti bersih dari narkoba “, harapnya.  

Dit Resnarkoba Polda Malut, Kombes (Pol) Mirzal Alwi dalam materinya memaparkan, kasus narkoba di Malut dari tahun ke tahun terus merangkak naik. Dari total kasus yang di tangani Polda Malut dan Polres jajaran periode 2016 sampai Januari 2019 berjumlah 313 kasus dengan tersangka laki-laki 353 orang dan perempuan 19 orang.

“ Dari sekian tersangka ini, jumlah barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak 5,325,249 kg, 12 pohon ganja dan 923,03 gram shabu serta 33,09 gram narkotika jenis tembakau gorilla. Dit Resnarkoba Polda Malut juga berhasil mengungkap peredaran obat terlarang  paracetamol, caffeine, carisoprodol (PCC) sebanyak 998 butir PCC pada 19 Agustus 2017 “, katanya.

Permasalahan penyalahgunaan narkoba telah merambah ke semua tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang komprehensif dan berkesinambungan. Penggiat anti narkoba menurut Mirzal, dapat membantu BNNP Malut menekan angka kasus narkoba di Malut.

“ Karena masyarakat kita sudah terbiasa bahkan membiarkan dengan hal-hal negatif, susah menyuarakan. Karena itu, saya berharap para penggiat anti narkoba ini bisa menjadi peluncur mensosialisasikan program P4GN di lingukungan masing-masing. Dengan harapan Provinsi Maluku Utara bisa bebas narkoba “, harapnya.

Sementara itu, M. Zulkiram Chaerudin mengatakan, peserta calon penggiat anti narkoba minimal memahami apa itu P4GN. Ini bertujuan untuk bagaimana menerapkan, atau mengiplementasikan dan atau mensosialisasi program P4GN dalam kehidupan bermasyarakat.

“ Karena ini penting. Jangan sampai ketika ada pembicaraan kecil-kecil, misalnya di hajatan tahlilan tetangga, kita dengan sendirinya bingung apa itu P4GN. Untuk itu, peserta harus pahami P4GN itu apa, pengaruh narkoba itu seperti apa ? “, kata Kasubag Kemenag Kota Ternate itu.  

Zulkiram bilang, tugas seorang penggiat anti narkoba untuk menyebarluaskan informasi tentang P4GN. Penyebaran informasi bisa dilakukan melalui media, sosialisasi dan spanduk atau banner.

“ Misalnya, kami masyarakat Kalumpang menolak narkoba dan bentuk jenis lainnya. Atau juga, masyarakat Kelurahan Rua Say To No DrugsBila perlu di gerbang masuk kelurahan dipasang spanduk bertuliskan welcome to the clean village of drugs (selamat datang di kampung bersih narkoba). Ajakan-ajakan ini adalah bentuk sosialisasi yang dampaknya sangat besar “, katanya.    

Dia berharap, para penggiat anti narkoba ini menjadi pelopor dalam memberantas peredaran narkoba di Kota Ternate. Bentuk respon positif ini sudah barang tentu ikut serta mewujudkan program P4GN. (brn)
Komentar

Berita Terkini