|

Samsat Minta Pengertian Baik Perusahaan Tambang

FIKRI ABUSAMA
LABUHA, BRN - Upaya UPTB Samsat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor di sejumlah perusahaan tambang di Halsel tampaknya tidak ada sinyal positif.

Pasalnya, pajak kendaraan baik roda dua, roda empat maupun alat besar dan alat berat belum dapat ditarik oleh UPTB Samsat Halsel. Alamat perusahaan menjadi faktor kendalanya.

Kepala UPTD Samsat Halsel, Fikri Abusama menganggap pihak perusahaan tidak beritikad baik. Sebab menurutnya, Samsat Halsel tidak dapat memungut pajak perusahaan lantara alamat perusahaan masih berada di Kota Manado, Sulawesi Utara dan Jakarta.  

Fikri mengaku pihaknya bersama Polisi Satuan Lalulintas Polres Halsel sudah menyampaikan itikad baik ke sejumlah perusahaan tambang pada Oktober 2018 lalu.

“ Bahkan telah di tuangkan dalam surat kesepakatan bersama yang terdiri dari beberapa poin penting,  salah satunya mutasi kendaraan yang beralamat luar ke Provinsi Maluku Utara. Namun hal itu tampaknya tidak diindahkan “, kata Fikri usai melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan tambang.

Ketidakpastian kapan dilakukan mutasi kendaraan milik perusahaan ini bakal berkepanjangan. Perusahaan, seperti PT Harita Grup masih bersikeras menyetor pajak ke Jakarta lantara surat kesepatan disepakati antara Samsat Halsel dan pihak perusahaan belum direspon kantor pusat perusahaan di Jakarta.

Tersiar kabar, UPTB Samsat Halsel akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Halsel untuk mengambil langkah tegas. Ini dilakukan untuk mengindentifikasi seluruh kendaraan bermotor termasuk alat berat milik perusahaan tambang, termasuk mengecek berapa kendaraan dan alat berat yang tidak dilengkapi dokumen lapor tiba. 

Brindonews.com berusaha meminta tanggapan PT Harita Grup, namun hingga berita ini di publis, belum ada tanggapan dari pihak pihak perusahaan. (saf/red)
Komentar

Berita Terkini