|

Proyek Jembatan Molor, PUPR Beri Sanksi

Ridwan: BPK Beri Waktu 50 Hari

Oprit Jembatan Air Sanukung Todoli belum selesai dikerjakan 
TALIABU, BRN - Proyek jembatan Air Sanukung Todoli di Kecamatan Lede, Pulau Taliabu (Pultab) molor dari jadwal. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terpaksa menjatuhi sanksi. Meski demikian, PUPR Pulau Taliabu tidak serta merta memberhentikan proyek vital tersebut, namun rekanan diberikan waktu tambahan 50 hari masa kerja.

Hingga memasuki bulan keempat tahun 2019, proyek  tersebut tak kunjung selesai. Proyek yang dikerjakan  CV Adimas Putra Gemilang itu, sejatinya harus kelar pada Desember 2018 lalu. Namun hingga kini jembatan yang menelan anggaran hingga Rp Rp. 1 miliar (Rp. 1.700.000.000.00) itu pihak rekanan masih menyelesaikan pondasi oprit jembatan (timbunan jalan yang menghubungkan konstruksi kepala jembatan).

Kepala Dinas PUPR Pultab, Ridwan Buamona mengatakan, pekerjaan jembatan tersebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara masih memberikan perpanjangan 50 hari hingga April 2019. “ Alasannya karena Mei 2019, BPK kembali melakukan pemeriksaan di Taliabu,” katan Ridwan dikonfirmasi di ruang kerjanya belum lama ini.

Ridwan bilang, perpanjangan 50 hari itu di berikan setelah berakhirnya kontrak, yaitu Desember 2018. “ Sedangkan sanksinya 5 persen per hari dari total anggaran,” katanya sembari menegaskan, rekanan berkewajiban menyelesaikan proyek tersebut.  

Sekedar diketahui, proyek jembatan air sanukung todoli dianggarkan melalui APBD 2018. CV Adimas Putra Gemilang keluar sebegai pemenang tender dari 16 peserta. Hingga berita ini dipublis, rekanan yang beralamat di Desa Minton, Kecamatan Taliabu Utara itu belum memberikan tanggapan. (her/red)
Komentar

Berita Terkini