|

PLN Ternate di Somasi

ROSLAN
TERNATE, BRN - Pemasangan tower jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di RT 012/RW 005 Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan terancam masuk proses hukum. Pasalnya, warga setempat melayangkan surat teguran hukum atau somaso ke PT PLN (Persero) Ternate.

Somasi atau teguran hukum ini dilayangkan ke PT PLN (Persero) UP3 Ternate karena menurut warga setempat merasa dirugikan. Kuasa hukum warga, Roslan mengatakan, somasi itu berdasarkan surat kuasa khusus dengan nomor 014/SK.Sus/Adv-RR/III/2019 tertanggal 7 Maret 2019.

Menurutnya, somasi kepada Kepala PT PLN UP3 Ternate, Gamal Kambey itu karena PLN dianggap paling bertanggung jawab terhadap pembangunan SUTET 150 Kv PLTG Ternate-G1. “ Klien kami merasa sangat dirugikan atas hal tersebut, sehingga rumah tempat tinggal mereka menjadi tidak nyaman,” katanya.

Roslan bilang, dalam somasi tersebut terdapat beberapa hal yang diduga menyimpang. Pertama, PLN tidak melibatkan semua warga dalam sosialisasi. Kedua, pekerjaan SUTET/SUTT belum ada kesepakatan antara warga dan pihak PLN sebagaimana sosialisasi tahap pertama. Ketiga, lokasi atau lahan pembangunan SUTET/SUTT tidak memenuhi ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 tahun 2015.

“ Berdasarkan keterangan klien kami, pada akhir tahun (Novembe) 2018 pihak PLN (Persero) telah melakukan pertemuan, dan atau sosialisasi terkait pembangunan tower SUTET/SUTT 150 Kv PLTMG. Akan tetapi tidak semua warga di undang untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kongres Advokat Indonesia Kota Tidore itu, mengulangi perkataan kliennya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Brindonews.com masih berusaha menghubungi Manager PT PLN Persero Cabang Ternate, Gamal Kambey untuk meminta penjelasan mengenai dampak SUTET.

Sekedar diketahui, pekerjaan tepat berada di tengah-tengah pemukiman warga 012/RW 005 Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan ini mendapat penolakan warga setempat. Penolakan tersebut diwujudkan dalam tulisan yang di tulis di kerta karton. Kertas karton berisi tulisan penolakan itu di tempel di salah satu tembok yang tak jauh dari lokasi proyek. Meski mendapat penolakan, PT PLN (Persero) bersikeras melanjutkan pekerjaan. (RED)
Komentar

Berita Terkini