|

Oknum Caleg Garuda Bantah Tudingan

Ilustrasi 
TERNATE, BRN - Calon legislatif (caleg) Partai Garuda berinsial F alias Farah Mursilla Hanafi bantah dugaan penipuan yang dialamatkan kepadanya. Caleg Dapil I Ternate Tengah ini bahkan seolah tak tahu-menahu kasus yang bisa di bilang ‘menghambatnya’ duduk kursi legislatif.

“ Kalau memang kasusnya dari 2014, dan saya memang bersalah berarti sudah di proses hukum. Tolong di teliti pokok permasalahannya seperti apa dan bagaimana,” kilah Farah ketika membalas pesan WhatsApp (konfirmasi) Brindonews.com, Senin tadi malam.

Caleg kelahiran Juni 1985 dari partai besutan Ahmad Ridha Sabana ini meminta RS, driver  yang mobilnya di sewa Farah Mursilla Hanafi dan mantan suaminya AI alias Arisno Ismail untuk menghubungi keduanya membicarakan secara baik-baik. “ Dan tolong sampaikan salam saya ke yang bersangkutan (RS) hubungi saya dan bicarakan,” begitu tulis Farah dalam pesan WhatsAppnya.

Kendati begitu, Farah mengakui tunggakan piutang sewa mobil rental berkaitan dengan pencalonan legislatifnya 2013/2014 lalu itu ada alur ceritanya. “ Saya ini ada kegiatan, saya sudah konfirmasi dengan mantan suami (Arisno) besok baku dapa pukul 9.00 satu kali deng dia (RS,red) selesaikan bagimana, karena dia punya alur cerita ngoni (wartawan) kan tara tau,” terangnya.   

Sebelumnya, penyelesaian utang-piutang yang melilit Farah dan mantan suaminya Arisno Ismail disepakati dalam surat pernyataan pada 5 Mei 2015 lalu. Pernyataan diatas materai 6.000 itu yang diteken ketiga belapihak. Arisno Ismail dan Farah Mursillah Hanafi selaku pihak I dan pihak II, sedangkan RS selaku pihak III.

Dalam pernyataan tersebut terdapat tiga poin yang disepakati. Pertama, pihak I dan pihak II berjanji dengan sebenar-benarnya mulai dengan saat ini akan bertanggung jawab mengganti uang milik pihak III sebanyak Rp 67 juta dengan bertahap. Tahap pertama senilai Rp 15 juta pada 30 Mei 2015, Rp 20 juta di tahap kedua pada 30 Juli 2015, dan sisanya di bayar pada tahap ketiga dan tahap keempat akan dibayarkan langsung di rumah pihak III.

Di poin kedua, ketiga belapihak menyetujui untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dan menyepakati isi surat pernyataan. Sedangkan di poin ketiga menegaskan pihak I dan pihak II siap di tuntut sesuai hukum yang berlaku apabila pihak I dan pihak II tidak bertanggung jawab.

Surat pernyataan yang diteken ketiga belapihak
Tiga poin kesepkatan yang tertuang dalam surat pernyataan tersebut tak disanggupi pihak I dan pihak II. RS selaku pihak III melalui kuasa hukum Sahidin Malan dan Chalid Fadel melayangkan teguran hukum. Teguran atau somasi dengan nomor 01/ADV-SM/TH/TTE/VI/2016 itu diteken Sahidin dan Chalid tertanggal 5 Juni 2016.

Surat teguran hukum atau somasi
Kuasa hukum RS, Sahidin Malan menuturkan, pasca somasi itu dilayangkan, suami Fara Mursilla, Arisno Ismail bersama orang tuanya datang meminta waktu penyelesaian. “ Tapi sekarang tidak ada penyelesaian,” tandasnya.

Sahidin mengatakan, langkah somasi yang dilakukan karena Fara Mursilla Hanafi dan Arisno Ismail tak mengindahkan sesuai kesepakatan dalam surat pernyataan. Karena itu dia dan kliennya mendatangi Polres Ternate guna melaporkan dugaan wanprestasi yang melibatkan Farah dan suaminya itu. 

“ Fara Mursilla bahkan terkesan selalu menghindar, beberapa langkah persuasif yang dilakukan pun juga tidak ada penyelesaian. sepertinya mereka berdua tidak ada itikat baik,” katanya. (brn)
Komentar

Berita Terkini