|

Kerja Keras Danny Berbuah Hasil



HALBAR, BRN - Pemkab Halmahera Barat kembali mendapat kucuran dana. Dana senilai miliaran itu di dapat berkat koordinasi secara intens Danny Missy dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut).  

Kepastian kucuran dana tersebut dibenarkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malut, Samsuddin Banyo saat menghadiri pembukaan musyawarah perencaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Halbar tahun 2020, Senin (25/3).  

Samsuddin mengatakan, dana senilai Rp 80 miliar itu didapat atas berkat komunikasi dan koordinasi Bupati Halbar Danny Missy ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut. Bantuan itu menunjukan komitmen Pemprov Malut mendukung Pemkab Halbar dalam hal pembangunan infrastruktur, karena itu program skala prioritas pemprov dan kabupaten/kota harus sinergi.

“ Untuk tahun ini, pemprov mengalokasikan anggaran Rp. 54 miliar, untuk insfrastruktur jalan, Rp. 7 miliar lebih untuk kawasan pemukiman dan ada juga anggaran untuk perikanan dan pertanian, sehingga totalnya kurang lebih Rp 80 miliar yang akan masuk ke Halbar tahun ini,” ungkapnya.

Tak hanya membenarkan realisasi anggaran, dia mengakui siap memback-up rencana pembangunan pabrik minyak kelapa di Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara. “ Infrastruktur jalan Jano-Kedi Kecamatan Loloda juga sudah masuk di provinsi, sehingga tahun ini bisa dituntaskan,” tandasnya.

Bupati Danny Missy menambahkan, apa yang disampaikan kepala Bappeda Malut harus menjadi acuan bagi SKPD Halbar untuk menyusun program kerja tahun 2020. “ Saya berharap kepada Kepala Bappeda dan gubernur Malut agar anggaran tahun 2020 bisa sedikit naik dari Rp 80 miliar menjadi Rp 100 miliar,” pinta Danny.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Halbar itu berharap Musrenbang tingkat kabupaten ini menghasilkan kesepakatan dalam rangka merencanakan program-program pembangunan yang sifatnya strategis dan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pendapatan masyarakat di daerah, agar program yang direncanakan dapat berdaya guna dan berhasil.

“ Kesemuanya itu dapat terwujud dengan baik dengan koordinasi lintas sektor bukan hanya pada tahapan penyusunan rencana, namun sampai pada pelaksanaan rencana,” pungkasnya. (yadi/pn/red)
Komentar

Berita Terkini