|

Kejati Malut Jadwalkan Periksa Kadis PUPR Malut

Kasipenkum Kejati Malut, Apris R Ligua

TERNATE BRN – Meskipun Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (PUPR) Jafar Ismail melalui kuasa hukumnya, meminta perlindungan hukum kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Akan tetapi tidak mengurangi semangat Kejaksaan Tinggi Maluku Utara untuk menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi ruas Jalan Sayoang-Yaba.
“ Tidak ada urusan dengan cara Kadis PUPR, prinsipnya Kejati Malut tetap intens menyelsaikan masalah hukum yang diduga melibatkan kepala dinas PUPR Jafar Ismal”, ungkap Kasipenkum Kejati Malut, Apris R. Ligua kepada wartawan diruang kerjanya Senin (11/3/2019).

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) rupanya tidak main-main dalam menyelidiki dugaan Korupsi Kasus jalan Sayoang-Yaba. Buktinya sudah ada jadwal penggilan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“ Selasa 12/03/2019 dijadwalkan pemeriksaan kadis PUPR dan dua saksi lainya yang sebelumnya tidak memenuhi panggilan Jaksa”.

Dalam kasus ini tetap di lakukan  penyelidikan. Sebelumnya kepala dinas PUPR dan dua saksi lainya mangkir dari panggilan. Untuk ketiga saksi yang dijadwalkan pemeriksaan ini belum bisa disebutkan meterinya.

"Untuk ketiga saksi nanti baru kita ketahui siapa saja yang bakal di periksa,yang pasti salah satunya adalah kadis PUPR".

Terkait dengan pernyataan kuasa hukum kadis Pekerjaan Umum (PU) pihak Kejati tidak menghiraukan karena pemeriksaan tersebut sudah dalam prosedur." Pemeriksaan ini sudah sesuai prosedur pemeriksaan yang ada di kejaksaan, kami tidak main-main dengan kasus ini," tegas Apris.

Apris menambahkan, kasus Sayoang-Yaba dilakukan secara profesional, yang di tentukan oleh ketentuan undang-undang (UU) atau peraturan yang ada di kejaksaan. " Terserah penilaiannya seperti apa, yang pastinya akan di lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku”. (shl/red)

Komentar

Berita Terkini