|

Istri Datang Bulan, Pria Ini Nekat Cabuli Anak dibawa Umur

Pelaku Pencabulan Anak dibawa Umur 

TERNATE BRN – Gara-gara istrinya berhalangan atau datang bulan, pria berinisial K (48) nekat cabuli gadis dibawa umur sebut saja Bunga nama semarang korban, siswa di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Ternate.

Bunga yang tengah duduk di bangku SD ini di cabuli pria berinisial K, di kebun warga di kelurahan Gambesi Kecamatan Ternate Selatan.

Kronologis berawal pada hari Minggu (10/03) sekitar pukul 18.00 Wit. korban sementara asyik bermain dengan teman-temannya sebaya di pantai Kelurahan Fitu, tiba-tiba datanglah pelaku dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku langsung mengajak korban untuk pergi ke Kelurahan Gambesi untuk belanja ikan, sesampainya di kelurahan Gambesi, pelaku kembali mengajak korban untuk ikut ke kebun milik warga setempat.

Sesampai di rumah kebun, pelaku langusung memegang dan meraba (maff) kemaluan korban dengan menggunakan jari tangan, korban langsung menangis dan meminta dipulangkan ke tempat awal, ungkap Ipda Agus kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (12/3/2019).

Sebelum sesampai di tempap awal, pelaku diberikan uang tunai senilai Rp 10. 000 dan dibelikan tahu goring isi, dengan jaminan untuk tidak memberitahukan kepada siapa-siap. Pelaku dibelikan gorengan tahu isi serta diberi uang Rp 10.000 kepada korban," katanya.

Agus menambahkan, karena takut, sepulangnya di rumah korban ternyata tidak beritahukan langsung kepada orang tuanya. Setelah beberapa jam kemudian korban mengeluh kesakitan dan akhirnya, dipaksa oleh orang tua korban untuk menceritakan ada masalah apa. Korban langsung menceritakan semua yang dialaminya kepada orang tuanya," katanya.

Setelah mendengarkan cerita, orang tua korban langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Ternate Selatan, menerima laporan tersebut, Polisi langsung membekuk pelaku di kediamnya tepatnya di Kelurahan Fitu pada Senin 11 Maret.

Setelah pelaku di tangkap, korban di ajak untuk melihat pelaku untuk mebuktikan apakah benar pelaku tersebut yang melakukan tindakan bejat terhadap korba. Melihat wajah pelaku, korban langsung menangis dan mengiyakan bahwa laki-laki tersebut adalah pelakunya, ungkap Ipda Agus.

"Setelah laporan di masukkan pada Minggu (10/03) tim kami berhasil membekuk pada Senin (11/03) dan tanpa ada perlawanan," Akunya.

Untuk pasal yang di sangkakan kepada pelaku, Pasal 82 ayat 1 junto pasal 76 E undang-undang (UU) RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman di atas 5 tahun (Shl/red)

Komentar

Berita Terkini