|

Inspektorat Temukan Tiga Desa Bermasalah DD

Julius Marau
HALBAR, BRN - Inspektorat Halmahera Barat (Halbar) menemukan sedikitnya tiga desa di Halbar bermasalah dana desa (DD). Temuan itu setelah dilakukan laporan hasil pemeriksaan (LHP) di tiga desa, yaitu Desa Tuada, Campaka dan Togoreba Sungi.

Dugaan penyalahgunaan DD di tiga desa tersebut terungkap dalam pemeriksaan. Inspektorat Halbar menemukan ada indikasi penggunaan DD. Bahkan, DD 2017 itu disinyalir tidak bisa di pertanggungjawabkan masing-masing kepala desa.

Kepala Inspektorat Halbar, Julius Marau mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan itu menindak lanjut laporan masyarakat menyangkut dugaan laporan penyalahgunaan DD. “ LHP-nya sudah selesai, tinggal diserahkan ke pak bupati untuk di tindaklanjuti,” ungkap Julius ketika dikonfirmasi di ruang kerjannya, Senin (4/3).

Julius mengaku, pasca diterbitkannya laporan hasil pemeriksaan (LHP) tersebut, para kepala desa di beri waktu dua bulan untuk pengembalian. Jika kurun waktu yang di berikan tidak di kembalikan, masyarakat bisa membawah ke ranah hukum. “ Waktu yang berikan terhitung semenjak dikeluarkannya LHP. Saya berharap masyarakat terus mengawal dan meakukan kontrol penggunaan DD, jika ada dugaan penyalagunaan segera laporkan ke Inspektorat,” pintanya.

Meski mengakui ada temuan penyalahgunaan DD, Julius enggan membeberkan secara detail kerugian dari dugaan penyimpangan dana desa berdasarkan hasil temuan. Inspektorat Halbar beralasan yang berwenang menindak lanjut LHP adalah Bupati Halbar, Dani Missy. (yadi/red)
Komentar

Berita Terkini