|

Ditagih Piutang Sewa Mobil, Oknum Caleg Garuda “minta-minta” Proyek di Gubernur

Ilustrasi uang tunai
TERNATE, BRN ­- Pelaksanaan pencoblosan pemilihan umum (Pemilu) 2019 menyisakan kurang dari 22 hari lagi. Meski begitu, berbagai imbauan agar tidak memilih calon legislatif (caleg) mantan narapidana kasus korupsi masih kencang digaungkan.

Tidak saja soal imbauan, kasus utang-piutang atau dugaan penipuan yang melibatkan oknum caleg pun menyita perhatian publik. Sepeti di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Dari rangkuman brindonews.com, sedikitnya ada Satu oknum caleg perempuan yang diduga melakukan dugaan penipuan. Dia adalah F.

Caleg yang satu ini bisa di bilang bukan ‘pendatang’ baru dalam perpolitikan khususnya di Kota Ternate. Caleg daerah pemilihan (Dapil) Ternate Tengah ini tercatat sudah dua kali berlaga pada pemilihan legislatif, pertama melalui Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada 2014 lalu dan di tahun ini kembali bertarung melalui Partai Garuda.  

Berdasarkan data pencalonan anggota DPRD di KPU Kota Ternate, caleg kelahiran Juni 1985 ini diakomodir sebagai daftar calon tetap (DCT) pada Pileg 2019 dari Delapan caleg Dapil I Kota Ternate Tengah yang diusung partai besutan Ahmad Ridha Sabana.

F diduga melakukan penipuan dengan modus menyewa mobil rental. Saat itu F berkapasitas sebagai caleg dari Hanura pada 2014 lalu. “ Waktu itu suami F insial AI datang di pangkalan mau pake (sewa) mobil, terus saya tanya siapa yang mau sewa. AI bilang isterinya F yang sewa oto (mobil),” cerita singkat RS, sopir yang mobilnya di sewa F.

RS mengemukakan, dia merasa lebih yakin ketika melihat mobil mencukupi kebutuhan sehari-harinya itu di pasang baliho bergambar wajah F yang bertuliskan caleg dari Hanura. Juga persetujuan penyetoran tiap bulan senilai Rp 7 juta per bulan. “ Di kaca oto bagian belakang dorang (F dan suaminya) so pasang baliho, Itu yang saya lebe (lebih) yakin,” katanya.

Dari kesepakatan itu, lanjut RS, saat itu juga suami F langsung membawa mobil dan digunakan sebagai sarana transportasi pengurusan caleg istrinya. Selain itu, dalam kesepakatan tersebut mobil di sewa selama 1 tahun. Jika dikalikan dengan Rp 7 juta per bulan, maka total uang yang harus bayar F senilai kurang lebih Rp 77 juta plus biaya perbaikan mobil di bengkel Waldi, Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate Selatan.

“ Saat saya datang tagih, pengakuan ibu F bilang nanti dapa proyek dari gubernur baru ganti itu doi. Sementara saya dapa desak terus dari majikan, mau tidak mau saya setor pake doi pribadi,” kata RS sembari meminta F beritikad baik untuk melunasi tunggakannya, karena utang F terhitung sejak 2014 - 2019 (sekarang).

Menurut RS, selama mobil disewakan, uang setor yang di setor ke majikannya senilai Rp 4 juta menggunakan uang pribadi. Ini lantaran F baru menyelesaikan pembayaran senilai Rp 20 juta. “ Sisanya Rp 57 juta lagi, ditambah Rp 1,5 juta biaya bengkel. Kasihan orang bengkel sampe datang tagi di rumah, saya Cuma bilang kalau saat ini belum doi. Karena itu saya mohon ke ibu F tolong mangarti pe saya, paling tarada ganti atau setor setengah dulu (minimal Rp 30 juta) dari total utang,” katanya pelan dan matanya berkaca.  

Dia menyampaikan permohonan maaf apabila argumennya mengganggu elektabilitas F dalam menyongsong Pemilu pada 17 April nanti. “ Jujur, saya tidak bermaksud menggunggu. Sekali lagi, saya tidak bermakud begitu,” tandasnya.

Sementara F ketika dikonfirmasi dikediamannya Senin malam sekira pukul 20.21 WIT tak berada di rumah. Ayahnya bilang kalau F sedang keluar. “ nanti ngoni (wartawan) baku dapa langsung sudah,” kata ayah F. Begitu Brindonews.com, mencoba meminta nomor handphone F, ayahnya bilang nanti sudah. “ Kalau saya kasih (nomor), nanti dia (F) akan marah,” katanya.

Usaha Brindonews mencari nomor handphone F berhasil. Pesan WhatsApp yang dikirim di ponselnya tak terkirim. Hingga pukul 00.20 WIT malam Brindonews belum mendapat tanggapan dari F perihal tersebut sampai berita ini di publis. (brn)
Komentar

Berita Terkini