|

Satgas Waspada Investasi Temukan Ratusan Fintech Ilegal


JAKARTA, BRN - Masyarakat Indonesia kembali dibayangi persuhaan teknologi (fintech) peer to peer. Berdasarkan temuan tim satuan tugas waspada investasi pada Januari 2019, sebanyak 231 fintech ilegal dari 631 fintech ilegal yang pernah di tutup.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Togam L. Tobing mengatakan, dari 231 fintech ilegal yang ditemukan, beberapa diantaranya berasal Rusia dan Korea. Ratusan feintech ilegal itu kini masuk tahap koordinasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk di blokir dan membawa masalah ke ranah hukum.

Menurut Togam, jumlah ini berpotensi terus bertambah. Satgas terus melakukan monitoring guna membasmi mata rantai fintech tersebut. “ Beberapa ada dari China, beberapa lagi dari Rusia dan Korea, kebanyakan dari China,” ujar Togam di kantor Pusat OJK, Jakarta, Rabu (13/2) seperti dilansir di CNBC Indonesia.

Togam mengemukakan, membasmi fintech ilegal luar negeri tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab menurut dia, fintech tersebut bekerja secara visual dan berganti-ganti nama dengan mudah. “ Kebanyakan mereka virtual kita gak tau servernya. Kita baru tahu kalau masuk penyidikan kepolisian,” ujar Tongam.

“ Selain itu, kita blokir satu, dia bikin lagi, malah ada duplikasi seakan dia legal hanya dengan spasi. Ini menjebak masyarakat. Kita makanya bikin tips menghindari fintech ilegal ini. Karena ini fintech ilegal delik aduan, saat ini masih ditingkat penyidikan”. (brn/cnbc)

Artikel ini di publis CNBC Indonesia dengan judul; Tak Hanya China, Fintech Ilegal Rusia & Korea Juga Serbu RI. Artikel di publis pada 13 Februari 2019 pukul 15:12 WIB.
Komentar

Berita Terkini