|

Kubu Lawan ‘Serang’ Balik

Arnold Musa
HALBAR, BRN - Pergantian antar waktu (PAW) Nikolaus Tangayo ke Deni Palar sebagai anggota DPRD Halbar pada 2017 lalu masih menyisahkan persoalan. Perkara perdata  itu kini kubu lawan (Pemohon) menyerang balik.   

Berdasarkan putusan PN Ternate sebelumnya, Pemkab Halbar dan Pemprov Malut (Pemohon) dihukum ganti rugi senilai Rp. 11 miliar kepada Nikolaus selaku termohon. Kepastian putusan tertuang dalam putusan PN Ternate dengan nomor 160 K/Pdt.Sur-Parpol/2018.

Kuasa hukum Pemohon, Arnold Musa menuturkan, gugatan balik yang dilayangkan ke PN Ternate tersebut lantaran kuasa hukum Tergugat, Freizer Giwe menyimpulkan sebelum hasil putusan pengadilan.

“ Gugatan dengan nomor 36/pdt.G/2018/PN.Tte saat ini belum ada putusan dari PN Ternate, namun saudara Freizer menghukum Pemohon Rp 11 miliar. Ini tidak punya dasar hukum yang jelas,” terang Arnold, Rabu (27/2).

Menurutnya, gugatan Termohon sangat keliru dan tidak mendasar. Dimana, gugatan tersebut Termohon tidak lagi tercatat sebagai kader DPC Partai Hanura Halbar. Atas perbuatan melawan hukum Tergugat, secara tidak langsung menimbulkan kerugian In-materil bagi Pemkab Halbar dan Partai Hanura selaku Penggugat.

“ Olehnya itu, Tergugat harus di hukum membayar ganti rugi yang dialami oleh para Penggugat Rp. 20 miliar,” tandasnya sembari mengaku, setelah gugatan tersebut disampaikan, rencananya pada 6 Maret 2019 nanti di lakukan sidang dengan agenda mendengarkan jawaban pihak Tergugat. (yadi/red)
Komentar

Berita Terkini