|

Klaim Tidak Darurat, Pemkab Morotai Tidak Berikan Bantuan

Kepala BPBD Pulau Morotai, Dalik Gafur
MOROTAI, BRNWarga Kecamatan Morotai Timur dan Morotai masih dihantui rasa panik akibat gempa bumi 5,3 skala richter (SR) yang melandai Morotai pada 7 Februari lalu. Hingga Rabu (13/2/2019) warga di dua kecamatan itu masih bertahan di tempat pengungsian.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, terdapat beberapa  kerusakan bangunan rumah warga. Meski begitu, Pemkab Morotai memastikan tidak memberikan bantuan logistik, baik stok makanan maupun air bersih. 

Bantuan di berikan jika status gempa dianggap darurat. Selama belum ada tanggap darurat, selama itu pula bantuan tidak di serahkan. “ Bantuan itu di berikan dengan cacatan ada tanggap darurat, sejauh ini belum di anggap tanggap darurat menurut BPBD. Jadi tidak diberikan,” kata Asisten I Setda Pulau Morotai, Muhlis Bay, Rabu (13/2).

Muhlis mengatakan, pemberian bantuan terdapat klasifikasi dalam penetapan tanggap darurat. Klasifikasi di lihat dari beberapa kriteria, salah satunya dampak akibat gempa. Apabila tidak memenuhi klasifikasi, maka tidak bisa ditetapkan tanggap darurat. “ Jadi, bantuan yang di berikan kalau itu tidak memenuhi standar tanggap darurat, berkunsekuensi hukum, olehnya itu kami tidak berikan,” tandasnya.

Meski mengklaim belum tanggap darurat, Muhlis bilang Pemkab Morotai sudah memberikan bantuan pelayanan kesehatan dan terpal untuk pembuatan tenda. Muhlis mengemukanan, warga boleh saja panik, asalkan tidak berlebihan. Karena itu, ia meminta kepada warga agar kembali ke rumah masing-masing, karena tidak berdampak stunami.   
    
“ Yang menjadi penekanan Pemkab Morotai kepada para pengungsi yaitu bukan dalam bentuk bantuan melainkan sosialisasi,” katanya.

Kepala BPBD Pulau Morotai, Dalik Gafur di konfirmasi tidak banyak berkomentar. ”  Saya masih cape, jadibelum bisa berikan keterangan soal bantuan,” katanya. (fix/red)
Komentar

Berita Terkini