|

Gandeng Tangan Tangkal Hoax dan Ujaran kebencian

FOTO bersama narasumber dan insan pers Halmahera Barat 
HALBAR, BRN - Hoax dan ujaran kebencian menjadi permasalahan utama jelang pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 nanti. Dua permasalahan ini muncul dalam diskusi publik bertema “Peran Pers Dalam Mensukseskan Pemilu Tahun 2019 Yang Aman, Damai dan Sejuk” di warung kopi Barokah di Desa Soakonora Kecamatan Jailolo Jumat malam (22/2) tadi malam.

Diskusi melibatkan insan pers di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) ini selain membahas hoax dan ujaran kebencian, juga membahas keselamatan diri wartawan pada situasi konflik Pileg-Pilpers 2019. Kapolres Halbar AKBP. Deny Heryanto selaku narasumber dalam diskusi tersebut mengatakan, wartawan memiliki fungsi kontrol sosial untuk mengontrol isu-isu yang berkembang di masyarakat. Era digital seperti saat ini masyarakat sering di suguhkan dengan berita atau informasi yang tidak  bisadipertanggungjawabkan kebenarannya.

“ Sebagai pilar keempat demokrasi, wartawan memiliki peran penting dalam menyukseskan demokrasi, apalagi di tahun ini tahun politik. Selain itu, wartawan juga diharapkan memberi pemahaman kepada masyarakat, karena masyarakat ada yang belum paham sejauh mana kebenaran pemberitaan,” kata AKBP Deny.

Banyaknya berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang beredar di masyarakat tentunya menjadi tantangan terbesar bagi dunia pers dan media mainstream pada saat ini.  Untuk mengantisipasi informasi hoax tersebut, semua pihak harus berpen aktif didalamnya untuk melakukan identifikasi dan analisis serta evaluasi terhadap keberadaan informasi tersebut.

“ Karena itulah, dunia pers harus bisa berperan penting dalam melakukan edukasi kepada publik dengan berita yang akurat, terverifikasi kebenaran informasi yang beredar sehingga dapat mencerdaskan masyarakat. Media mainstream harus menjadi sumber informasi utama kepada masyarakat untuk membandingkan validitas informasi yang bertebaran di medsos,” ungkapnya.

Selain mengedukasi kepada khalayak, AKBP Deny juga meminta insan pers di Habar untuk memantau dugaan pelanggaran kampanye baik Pileg maupun Pilres. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir pelanggaran pemilu saat kampanye berlangsung.

“ Kalau ditemukan, segera laporkan ke Polres Halbar untuk di tindak lanjut. Dan paling dapat saling tukar informasi antara pers dan kepolisian,” terangnya.

Kasubag Umum Polres Halbar Stevanus Supratmoko menuturkan, selain menitikfokuskan pada berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian, pihaknya saat menyiapkan strategi mengamankan situasi konflik pada Pileg dan Pilpres nanti, termasuk kesematalan wartawan saat meliput konflik pada pemilu nanti.  

“ Harus disesuaikan dengan situasi konflik, jika tidak memungkinkan maka kami akan melarang wartawan untuk memasuki situasi tersebut. Karena keselamatan diri adalah prioritas kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Halbar, Hendri meminta kepada media mainstream atau dunia pers untuk bisa ikut berperan aktif membantu kepolisian menangkal hoax dan ujaran kebencian. “ Mari kita saling gandeng tangan, terutama dalam pemberitaan. Berita  yang berimbang supaya dapat menangkal berita-berita hoax dan ujaran kebencian,” kata Hendri mengajak. (yadi/red)
Komentar

Berita Terkini