|

BPBD Diminta Sediakan Tarpal Pengungsi

TENDA: Salah tenda pengungsi yang terbuat dari baliho caleg dari PAN.
MOROTAI, BRN - Rasa was-was warga Desa Sangowo Barat, Kecamatan Morotai Timur, Pulau Morotai tak hilang begitu saja. Hingga Jumat (8/2) warga desa setempat masih berada di tenda pengungsian.

Gempa bumi 5,3 skala richter melanda Morotai sempat dikabarkan permukaan air laut naik. Warga pun berlari ke dataran yang tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morotai sejauh ini belum menyediakan bantuan logistik. Pemerintah Desa Sangowo Barat meminta BPBD menyediakan bantuan berupa terpal.

Sekretaris Desa Sangowo Baray, Darwis Sibua menuturkan, sebagai instansi teknis, BPBD harusnya tanggap darurat secara cepat dan tepat. Menurut Darwis, warga, terutama anak-anak dan ibu-ibu masih kuatir dan memilih bertahan di dataran tinggi karena sering terjadi gempa susulan.

“ Hampir semuanya mengungsi di tempat yang dianggap aman karena masih panik. Hanya saja masalahnya tidak ada terpal sebagai pelindung sewaktu hujan maupun panas, makanya kami minta BPBD bisa beri bantuan tarpal,” katanya.

Darwis mengaku, kendala yang di hadapi saat ini minimnya terpal. Warga hanya mengandalkan baliho caleg untuk membuat tenda sementara.

“ Hanya bisa bertahan (baliho) walaupun tendanya kecil. Karena itu kami butuh terpal, apalagi saat ini musim hujan,” ujarnya.

Selaku pemerintah desa, pihaknya sudah mengimbau agar para warga beraktifitas seperti sediakala. Namum,  kata dia, warga masih kuatir terjadinya gempa susulan.

Sarina, salah satu pengungsi menambahkan, batuan terpal dari Pemkab Morotai sangat di harapkan. Ia berharap pemkab menyediakan terpal bagi mereka.

“ Berharap pemda bisa bantu kami tarpal, untuk berlindung dari panas dan hujan,” harapnya.

Hingga berita di rilis, Kepala BPBD  Morotai, Dalik Gafur belum berhasil dimintai keterangan. (fix/red)

Komentar

Berita Terkini