|

Plt Kades Wiring Diduga Sunat Gaji Aparat Desa

Gambar Ilustrasi, Uang Tunai 
HALSEL, BRN - Sudah menjadi hal yang lumrah diperbincangkan tentang penyelewengan anggaran Dana Desa (DD) di Kabupaten Halmahera Selatan. Kali ini terjadi di Desa Wiring  dimana dugaan penyelewengan Dana Desa yang melibatkan Karteker Kepala Desa Wiring Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halsel Husen Daeng yang sebelumnya  diduga menilep gaji dan tunjangan sejumlah Aparatur Desa dan anggota BPD, pada priode 2016 selama 3 bulan, 2017 selama 5 bulan dan tahun 2018 selama 2 bulan. Hal ini disampaikan seluruh staf pemerintah desa dan angotta BPD Desa Wiring.

Berdasarkan laporan pengaduan dari salah satu kaur pemerintahan desa An Abubakar hamdan terhadap Husen Daeng, bahwa semenjak itu yang bersangkutn alias Husen Daeng sebagai karateker Kepala Desa dengan dalil bahwa gaji dan tunjangan tahun 2016,dengan nilai  Rp.12.325.000x2 bulan, gaji apratur desa, sedangkan gaji BPD Rp.4.150.00 dan LPM senilai Rp 300.000 pada bulan juni dan Agustus 2016 dengan alasan hangus.

Sementara untuk tahun 2017 selam 5 bulan dengan nilai Rp.60.000.000 ada pemotongan seluruh staf dan BPD desa dari Insentif/gaji pokok dan tunjangan lima bulan untuk keperluan MTQ tingkat Kabupaten dan untuk  2 bulan di tahun 2018 dengan nilai Rp.13.050.00 juga ada pemotongan dengan dalil untuk pembayaran pajak di Desa, ujar Abubakar Hamdan.

Penyataan yang sama juga disampaikan salah satu anggota BPD Muhammad Adam mengtakan, dalil pemotongan bahwa bukan hanya sekedar gaji dan tunjangan apartur desa yang menjadi korban korupsi oleh Karteker Kepala Desa Husen Daeng  tetapi juga ada anggaran sosial kemasyaraktan tani,nelayan dan irigasi dengan bukti pembayaran no.0004/spp/009/03/2018 berupa kegiatan pelatihan Tani  dan Nelayan senilai Rp.80.054.800,00 dan dua item kegiatan pembangun saluran irigasi dengan bukti pembayaran no.002KWT/09.03/2017 dengan nilai Rp.30.000.000x2.

" Ternyata realisasi anggaran tersebut ,ada indikasi bahwa tidak pernah di kelola oleh pelaksanaan kegiatan dan tidak ada tindak lanjut. Sementara SPM dan kwitansi pembayaran mencatat nama masyarakat desa wiring hal ini yang disesali oleh anggota BPD dan masyarakat pada umumnya, " tutur Muhammad Sambiu

Lanjut dia, alasan dan modus yang di peragakan Husen Daeng dengan segala cara yakni setiap kali pencairan dana desa bendahra desa pun sili berganti sampai 4 orang dalam satu tahun anggaran, permasalahan suda di laporkan ke polres Halsel dan pihak kepolisian pun sudah turun ke desa wiring untuk melakuakan investigasi kasus tersebut bahkan para saksi dan korban pun sudah di  periksa dan dimintai keterangan,beberapa bulan yang lalau oleh penyidik polres Halsel. Sementara yang bersangkutan plt kades belum pernah di periksa.
Kata dia, meminta pihak penegak hukum dalam hal ini polres Halsel untuk segera melakukan penggilan terhadap yang bersangkutan untuk diperiksa, sehingga bisa di ketahuai siap yang salah, jelasnya.

Hingga berita ini di publis Plt Kades Wiring Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Husen Daeng belum bisa dihubungi. (tim/red) 


Komentar

Berita Terkini