|

LBH Medan : Jangan Senyap Seperti Kasus Novel

Direktut LBH Kota Malang, Ismail Lubis
MEDAN - Aksi teror bom molotov terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) masih hangat di perbincangkan belakangan ini. Polisi pun diminta mengusut tuntas kasus tersebut.  

Salah satu lembaga yang meminta Polisi mengusut tuntas adalah Lembaga Bantuan Huku (LBH) Kota Medan Sumatra Utara. LBH yang dinahkodai Ismail Lubis, S.H, M.H bahkan mengecam keras tindakan teror tersebut.

Menurut Ismail, jika perkara ini di senyapkan, takutnya sama seperti kasus Novel Baswedan (penyidik KPK) pada 2017 lalu. Karena itu Polisi harus benar-benar mengusut tuntas. Ismail juga meminta KPK jangan sekali-kali gentar dan kendor melaksanakan tugasnya dalam upaya memberantas korupsi meski sedang di landa teror.


Infografis teror bom molotov di rumah dua pimpinan KPK. Ketua KPK, agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif  jadi sasaran teror.  Rekaman CCTV terlihat dua orang berbonceng mengenakan helm full face. sumber infografis: kompas.com
Ismail menegaskan, aksi teror terhadap dua pimpinan KPK ini harus ditanggapi serius. Kepolisian harus bergerak cepat. “ Jangan sampai kasus teror ini seperti kasus Novel Baswedan yang saat ini tidak jelas penanganannya,” ucap Ismail saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Hindu No. 12 Medan, Rabu, (9/1/) belum lama ini.

Sebab kata dia, jika tidak terungkapnya dugaan pelaku teror ini akan memberikan efek terulangnya kembali aksi teror. Siapa dalang perkara ini bagaimana pun harus di ungkap. “ Apabila Polisi tidak mampu mengungkap kasus teror ini, dikhawatirkan aksi serupa bisa terjadi kepada KPK. Hal ini akan menjadi gangguan serius terhadap pemberatansan korupsi di Indonesia,” jelasnya.

Dua pimpinan lemabaga anti rasuah yang di teror adalah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif. Rumah keduanya menjadi sasaran teror orang tak dikenal (OTK) dengan bom molotov pada Rabu (9/1) beberapa waktu lalu. (brn/sg)
Komentar

Berita Terkini