|

Komisi III Dekot Pertanyakan Realisasi Anggaran PUPR


Rizval: Kita Sampaikan Sesuai Data

Kadis PUPR Kota Ternate, Risval Budiyanto
TERNATE, BRN -  Komisi III DPRD Kota Ternate bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Senin (14/1) sekira pukul 10.00 WIT. RDP di ruang Exsekutif DPRD itu membahas realisasi program dan anggaran tahun 2018.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy mengatakan, RDP tersebut membahas sejumlah kegiatan fisik yang belum terbayar pada realisasi anggaran 2018. Total anggaran yang belum terbayar senilai Rp. 18,5 miliar. “ Keuangan harus bisa memastikan kegiatan yang belum terbayar, karena 2019 sudah harus terbayar dari nilai yang disampaikan oleh PUPR,” kata polisi PKB itu. 

Muhajir mengungkapkan, penyelesaian pembayaran bukan hanya pada anggaran yang masuk DPA, melainkan juga yang tidak masuk DPA. “ Kedua-keduanya segera di masukkan untuk kepentingan pihak ketiga yang kegiatan sudah selesai tapi belum di bayar, DPRD juga meminta itu segera di atur dan di layangkan secepatnya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Muhajir memahami saat ini dinas yang pimpin Rizval Budiyanto itu tengah menyusuaikan kondisi keuangan. “ Kita memahami itu, walau DPP juga meminta hal ini di perpanjang di triwulan pertama/kedua sudah harus bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Risval Budiyanto menambahkan, rapat tersebut pimpinan dan anggota komisi III mempertanyakan persoalan kegiatan yang belum sempat terbayar di 2108 dan bagaimana penyelesaian pembayaran. “ Kita hanya sampaikan data mana yang sudah terbayar dan belum terbayar. Mana yang sudah di akomodir di 2019 dan belum di akomodir di 2019,” kata Rizval.

Rizval mengatakan, kegiatan fisik yang diakomodir pada 2019 senilai Rp. 18,5 miliar. Sedangkan yang belum di akomodir senilai Rp. 7 miliar. Karena itu, hasil rapat ini nantinya di koordinasi ke kepala keuangan.

“ Daftar kegiatan yang belum terbayar yakni pasar modern gamalama, reklamasi di kelurahan Kayumerah-Kalumata, sport hall di Kelurahan Ubo-ubo, dermaga semut, pembangunan kantor Dukcapil, dan kegiatan fisik lainnya. Penyelesaian dan manajemen seperti apa kita sampaikan ke keuangan,” ungkapnya. (Am/red)
Komentar

Berita Terkini